PEMALAS ITU: KAYA, BAHAGIA, DAN MENIKMATI HIDUP

16.3.11

SAYA ITU PEMALAS

Ternyata saya lupa kenapa blog ini bernama pemalas kaya bahagia. Mungkin karena saya ini memang pemalas jadinya lupa untuk mengungkap hal rasasia ini. Sebuah rahasia yang tak pernah dipikirkan orang. Ya, karena kebanyakan orang itu sibuk atau mungkin hanya sok sibuk jadinya hal-hal yang tampaknya sepele tapi esensial ini tak kunjung dipahami secara jelas rahasianya.

Tolong jangan anggap remeh dulu jiwa pemalas. Sobat dapat baca postingan saya tentang PEMIMPIN DAN BAHAWAN terlebih dulu supaya lebih jelas. Pemalas seperti saya ini memang sudah kadung di cap sebagai generasi bobrok yang kerjaannya cuma nongkrong dan ngopi di warung saja. Oh, maaf, sekali lagi mohon maaf ya Sob. Saya ini ngikutin malasnya Sang Nabi. Hah, yang bener ah? ya, bener Sob. Sang Nabi Rosul Agung seorang yang dijadikan panutan milyaran umat di bumi itu juga saya ikuti. Kenapa Sob? Sobat jangan heran dulu, karena memang Sang Rosul itu dulunya juga pemalas. Wah, jangan marah dulu Sob. Bukankah Sang Rosul Agung itu dulu suka "nongkrong" di Gua Hira ya? Samalah klo begitu. Lha saya ini gaweannya kan juga nongkrong ga jelas juga. Nongkrong di tepi laut, di gubuk sawah, di pintu air waduk, di pinggir jalan raya juga pernah. Bukan apa-apa sob, saya ini cuma ngikutin Nabi sob...

sebenarnya apa yang dilakukan Nabi di Gua Hira?
wah wah wah, mungkin saya ini memang kurang kerjaan, sampai-sampai memikirkan hal-hal yang sepele itu. Apa benar demikian sob? Akan sangat panjang lebar kalau saya jelaskan di sini sob. Itulah rahasia para pemalas hingga bisa menjadi KAYA, BAHAGIA, DAN MENIKMATI HIDUP

Di akhir tulisan ini saya kok ingin sekali mengupas tuntas rahasia itu. Rasa-rasanya tak adil jika KAYA, BAHAGIA, DAN MENIKMATI HIDUP itu hanya dimiliki oleh segelintir orang di Indonesia ini. Hm... tunggu tanggal maennya aja ya sob. doakan saja saya tak malas untuk mengupasnya hehehehehe....

Artikel terkait

1 komentar

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete