PERFORMA PUNCAK DAN KUNCI KEMALASAN

6.2.12


Sudah sekian lama blog ini tak terupdate, malam ini aku kembali menemukan secercah candu kemalasan sehingga gairah menulisku kembali terpancar. Baiklah, kali ini aku akan membahas mengenai performa puncak yang harusnya dimiliki oleh setiap individu yang hidup di bumi ini. Aku tak hendak membahas kabar-kabar politik yang kian hari kian menjemukan dan hanya membikin aku sebel saja. Kelakuan-kelakuan para politisi itu sudah kelewat ababilnya. Mulai dari anggaran pembelian kursi mewah, renovasi toilet, belum lagi kasus-kasus keadilan yang kian hari kian semrawut telah membawa diriku kembali tetirah di “kamar cintaku”, merenungi kejadian demi kejadian humor yang intensitasnya kian menanjak naik di awal tahun 2012 ini. 

Oke, mari kita bahas mengenai performa puncak. Cara terbaik mengenali performa puncak adalah jika Anda menjadi malas dalam arti tidak ada kerja dan tidak ada paksaan. Anda hanya perlu bermain-main dan mencintai apa yang Anda mainkan. Ya, setiap dari Anda adalah pemenang kehidupan. Setiap dari Anda adalah juara di satu bidang tertentu. Tugas Anda adalah menemukannya. Selanjutnya, indikasi bahwa Anda telah menemukan bidang itu ialah saat Anda dapat mencapai performa puncak dalam melakukannya. That mean: itulah Anda. Jika kamu serahkan pekerjaan tidak pada ahlinya maka tunggulah kehancurannya, seperti itulah pesan rasul.

Coba pilih pengalaman Anda yang paling luar biasa. Ketika performa Anda bagaikan kilat menyambar-nyambar. Ketika segala sesuatunya seakan mendukung Anda. Performa itu bisa berbentuk ayunan raket, ekspresi seni yang begitu dalam, guratan kata-kata, suara merdu, atau dapat juga prestasi akademik yang kesemuanya itu membuat Anda tersedot ke dalamnya. Anda tak dapat berkata-kata: ah menjemukan, ah bayaran kurang, ah membosankan, dan segala ah ah ah yang lain. Singkat kata, Anda 100 persen komit dan melakukan segala sesuatunya dalam zona euphoria. Kecintaan Anda begitu menggebu-gebu, Itulah performa puncak. Bersyukurlah jika Anda telah menemukannya.

Merasa diri seperti robot adalah indikasi bahwa Anda berada dalam jalur yang salah

Seringkali aku temukan dalam obrolan-obrolan ala warungkopian seseorang curhat mengenai kejenuhannya dalam karir. Jika kurang jelas, lihatlah berita-berita para buruh yang semakin marak berdemo di awal tahun 2012 ini. Aku kira itu cukup dijadikan contoh bahwa mereka melakukan sesuatu tidak pada performa puncak. Kita seringkali dipermainkan hidup. Norma-norma yang berlaku sekarang ini adalah cermin kejumudan dari produk berpikir dan pemahaman akan hidup yang salah. 

Sebagian dari kita terus terang saja dihantui bayang-bayang akan masa depan. Itu lumrah saja dan manusiawi. Akan tetapi, selamanya Anda tak akan bisa menemukan performa puncak Anda jika Anda masih dihantui oleh bayang-bayang masa depan (baca artikel di SINI dan di SINI). Untuk menemukan performa puncak, Anda haruslah bertindak seperti anak kecil yang hirau akan masa depan. Mereka hanya bermain dan terus bermain. Dan pada setiap permainan mereka terhanyut di dalamnya tanpa peduli kalah atau menang. Yang mereka tahu hanyalah menikmati permainan. Tujuan bukan utama yang utama adalah prosesnya (baca artikel di SINI). Temukan permainan yang Anda cintai, itulah jalan Anda.

Simak cerita berikut ini.

Alkisah, sejumlah mahasiswa perguruan tinggi terkemuka, telah lulus dan mencapai kedudukan atau keberhasilan karir yang baik. Mereka bersilaturrahim ke rumah dosen pembimbing mereka dahulu, seorang profesor yang bersahaja. Mereka sangat terlena dengan perbincangan yang akrab dengan beragam topik.

Sampailah mereka kedalam perbincangan topik “stress”. Sindrom tekanan hidup yang mereka alami, dikeluhkan berulang-ulang. Beberapa diantaranya, saling menguatkan keluhan itu, sehingga menambah rasa kekecewaan dan pesimistis. Melihat perbincangan yang tidak sehat itu, san profesor tersenyum simpul dan meminta izin sebentar untuk ke dapur.

Sang profesor bergabung kembali dalam ruangan dengan membawa nampan berisi beberapa jenis cangkir dan gelas serta sebuah teko berisi kopi hangat. Aneh memang, karena sang profesor membawa cangkir dan gelas yang beragam. Ada yang dibuat dari porselen, plastik, kaca, dan Kristal. Ada yang kelihatan biasa ada pula yang kelihatan sangan mewah. Tak lama, profesor mempersilahkan mereka menuangkan sendiri kopi mereka.

Setelah semua anak didiknya mengambil kopi masing-masing, profesor itu berkata, “Mohon diperhatikan dengan teliti. Bukankah, semua cangkir dan gelas yang cantik dan mahal telah diambil, dan menyisakan cangkir dan gelas yang biasa dan kelihatan murah. Ini adalah keadaan yang sangat biasa, yaitu kita menginginkan yang terbaik dalam hidup. Tetapi, tidakkah anda semua menyadari, bahwa terletak pada cara pandang inilah, semua masalah dan stress yang menakutkan itu berpangkal.”

“Apa yang sebenarnya anda perlukan adalah kopi, bukan wadahnya, tetapi anda semua lebih memperhatikan dan lebih tertarik untuk memilih wadah tercantik dan termahal. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah, anda sibuk memperhatikan wadah yang terlah diambil orang lain.”
“Kehidupan adalah kopi. Jabatan, uang, dan kedudukan di masyarakat adalah wadah tersebut. Wadah itu hanyalah alat untuk menampung, dimana sesuatu yang akan ditampungnya adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan tidak berubah hanya karena alat tampungnya yang berubah. Kadangkala kita terlalu fokus pada wadah yang kita pegang hingga kita gagal untuk menikmati kopinya. Dan yang lebih menyedihkan, anda semua sibuk memperhatikan dan beriri hati atas wadah yang dipegang orang lain,” kata sang profesor.

Hidup haruslah bermanfaat, bagimu, bagiku. Jika hidup hanyalah sekedar makan, bumi kita sudah terlalu berlimpah menyediakannya. Ngomong-ngomong bisakah Anda menjawab pertanyaan: mengapa kita ada di bumi? Para maniak kopi dan penikmat hidup tentu dapat mudah menjawabnya keh keh keh keh. Salam anget….

Tidak peduli berapapun banyaknya uang yang Anda hasilkan, betapa pun tingginya kedudukan Anda di perusahaan, betapa pun terhormatnya Anda sebagai seorang pengusaha, atau betapa pun hebatnya Anda sebagai orang tua, kualitas kehidupan Anda akan diukur oleh kualitas PELAYANAN Anda kepada hidup dan kehidupan. Kunci terpenting dari semua kunci utama kesuksesan seumur hidup: layanilah orang lain dan kualitas kehidupan Anda sendiri akan meningkat dengan pesat.

Artikel terkait

2 komentar

  1. Mas, sy udah 3 hari ngobok2 blog ini.
    Wah, suangat superrr sekali mas...

    Sy jadi kecanduan, terutama saat baca post yang ini. Seolah pertanyaan2 yang dulu membuat sy bingung. Banyak sekali sy temukan jawabannya di blog ini.

    ReplyDelete