CARA CESPLENG KETEMU BIDADARI SORGA

30.9.11

Lagi dan lagi. Kali ini salah seorang keluarga kita telah memberikan kita rumus cantik dan cespleng mengenai bagaimana caranya ketemu bidadari sorga. Belum lama Mas Syarif mengukir aksi teatrikalnya  di dalam masjid, kini kita diberitahu lagi, oh maaf… malah dikasih contoh bagaimana cara cespleng untuk dapat ketemu bidadari sorga.

Mungkin menurut beliau itulah cara yang paling efektif, runtut, sistematis, atau dalam bahasa agama disebut sebagai mujahid, pembela agama Allah yang langsung dapat kapling tanah di negeri akhirat lengkap dengan pernak-pernik kekinian dan tak lupa tubuh molek bidadari yang selalu siap untuk melayani.

Lain lagi jika ditinjau dari sisi seni, mungkin beliau pantas disebut sebagai curator handal yang sanggup memberikan contoh kompleksitas dalam mengaryakan bakat drama sembunyi-sembunyi, seni acting, seni merakit bom, dan atau seni melukis gaya abstrak dengan tinta darah yang dimuncratkan dengan sedemikian rupa secara sistematis dan cantik. Ini adalah contoh yang nyata, maka tak usahlah Anda pelajari istilah yang rumit bin ruwet dalam dunia kesenian kita.

Namun demikian, saya masih bingung bagaimana caranya membuktikan kecesplengan cara ini. Pasalnya, segala kedirian saya tak dapat menjangkau bahkan untuk sekedar ndulit saja saya tak punya kesanggupan. Saya bukanlah orang yang dalam kitab suci termasuk ke dalam golongan orang-orang yang disucikan - Al-Muthahharuun. Untuk kasus ini mungkin para pinisepuh dapat Anda mintai tolong untuk sekedar memperlihatkan bagaimana rupa bidadari sorga agar Anda dapat pembuktian akan kecesplengan cara ini. Sekali lagi, segala fakultas kedirian saya belum sanggup untuk membuktikan itu semua kepada Anda.

Terlepas dari semua itu, saya sungguh mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara kita yang kali ini melakukan aksi teatrikalnya di altar gereja. Pasalnya, dengan adanya aksi teatrikal tersebut, saya kembali terdorong untuk mengfungsikan lagi fakultas nalar saya yang sudah beberapa minggu vacuum dari aktivitasnya. 

Lhoh mas, kok malah berterima kasih? Yah, semoga saja saya tak salah untuk mengambil sisi positif dari kejadian ini. Bagaimanapun juga si mas mujahid tersebut adalah keluarga kita, tak peduli suku, agama, atau segala pernik kediriannya, karena beliau jelas hidup diantara kita. Jika diantara kita ada yang kurang setuju maka hal itu juga menjadi tanggung jawab kita. Kita hidup bersama dan oleh karenanya apa yang menjadi buah inspirasi dari mas mujahid tadi tentulah juga berasal dari kita-kita juga. 

Beliau jelas belajar dari kita. Ya… seluruh anak-anak kita juga pasti sedikit banyak belajar dari kita, bagaimana cara merakit bom, komedi di gedung dewan jagad politik, mencari uang balas jasa,  permak data proyek, dan lain sebagainya. Inilah budaya peradaban masa kini yang paling ngepop dan populer. Masak Anda tak tahu?

Artikel terkait

0 komentar