ubek2 daleman (CARI HARTA KARUN)

Loading...

TRANSLATE IN YOUR LANGUAGE

30.7.16

Nitrosomonas Dan Nitrobacter, Dua Sejoli Yang Bikin Kolam Lele Anti Bau



Sudah jadi rahasia umum jika lele dipelihara secara intensif hampir selalu identik dengan bau comberan. Pada saat saya masih duduk di bangku perguruan tinggi, kolam praktikum pembesaran lele pun juga bau comberan. Dan sampai saat saya bergelut dengan ikan kolam air deras selepas lulus kuliah saya baru mendengar ada cara agar kolam lele tak bau comberan. Lele organik, demikian promo produk perikanan yang dinaikdaunkan oleh abah Nasrudin, sang maestro lele dari Mega Mendung.

Entah apa ramuannya, saya belum sempat untuk berkunjung ke sana. Pada saat itu walau ada rasa ingin tahu namun tak mendesak untuk saya ketahui karena objek yang saya pegang adalah komoditas ikan di kolam air deras. Akan tetapi untuk sekarang, saya pun mau tak mau harus mencoba coba mencari tahu cara agar kolam lele anti bau. Sulitnya air di kampung halamanlah yang memaksa saya untuk mencoba bermain main dengan air tergenang.

MATA ELANG
SPIRIT OF THE EAGLE Updated at: 30.7.16

2.5.16

AKHIRNYA PADI SERTANI JADI PRIMADONA DI DESA SAYA


Musim tanam pertama sudah berlalu, awal april di minggu pertama banyak padi mulai menguning namun lebih banyak lagi yang tak bisa panen di MT 1 ini. Selain karena tidak ada air, hama di musim tanam kali ini menjadi momok yang menakutkan. Hawar daun, blast, patah leher, dan walang sangit bertubi tubi menghajar hamparan padi di desa saya. Kekurangtahuan petani tentang deteksi awal penyakit semakin menjadikan hama ini merajalela. Alhasil, banyak hasil panen pun berkurang. Bahkan ada yang tidak bisa panen sama sekali, alias puso.

Entah musibah atau berkah, baru pertamakali saya mencoba menanam padi namun sambutan alam tidak begitu bersahabat. Hampir-hampir saya pun tidak bisa menanam bibit yang sudah terlanjur disebar. Kala itu umur bibit sudah 30hss namun hujan tak juga kunjung turun. Bibit kekeringan berikut umurnya semakin menua. Seperti kita ketahui, bibit yang sudah tua kurang baik jika ditanam. Umur vegetatif padi bisa habis duluan belum lagi masih terpotong masa stress bibit saat pindah tanam.
MATA ELANG
SPIRIT OF THE EAGLE Updated at: 2.5.16

21.3.16

PERBANDINGAN PADI SERTANI 13, SERTANI 14, DAN PADI WANGI



Padi Sertani 13 dan Sertani 14 keduanya merupakan benih padi hasil racikan Pak Surono Danu. Sebenarnya varian Sertani sangatlah banyak, yang cukup populer yaitu sertani 1, sertani 8, sertani 13, sertani 14, dan sekarang ini muncul sertani 9. Masing masing benih itu memiliki karakteristik sendiri sendiri. Benih yang sudah disebar Pak Surono pun masih dapat dikulik kulik sehingga tidak menutup kemungkinan nanti ada turunan sertani hasil racikan pemulia pemulia benih jika kebetulan benih itu jatuh di tangan seniman tanaman pangan.

Di artikel ini aku akan coba menunjukkan performa sertani yang kebetulan ada di rumah dan sudah diujicobatanam baik di pot (untuk sertani 13) dan langsung di sawah tadah hujan yang tahun 2016 ini keringnya kebangetan. Penampakan padi sertani di sawah tadah hujan dengan kondisi air yang minim sudah aku posting di artikel INI. Diantara padi padi tetangga padi sertani 13 dan 14 terlihat cukup mencolok dan ngegemesin.

Di pawinihan atau pembibitan

Tak ada perlakuan khusus untuk benih benih padi sertani. Tak ada perendaman poc, fungisida, bakterisida, ataupun perendaman hormon bahkan tak ada seleksi benih. Semuanya dilakukan secara konvensional. Harap maklum aku belum bisa cawe cawe terlalu banyak karena selain basic yang kupunya bukan pertanian, tentu saja para pinisepuh masih meragukan yang muda muda. Terjun dipertanian saja sudah dianggap aneh, gak wajar, kurang kerjaan, tidak sukses dll wekekekekeke….

Keekstriman musim yang tak ramah juga sudah menghajar sertani hingga sentik sentik kehausan. Bahkan sampai 25 hss aku pun cukup frustasi karena langit sudah sedemikian pelit mengguyurkan hujan. Dampaknya rumput rumput merajalela di pawinihan. Secara penampakan, sertani 14 lebih bongsor jika dibandingkan dengan sertani 13, tapi keduanya masih kalah bongsor dengan padi wangi (sebutan mertua). Aku akui padi wangi yang sudah sekian kali ditanam mertua menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang cukup oke di lahan kering. Walau pertumbuhan padi wangi tak bisa seragam, aku yakin hal itu hanya gara gara tak pernah dilakukan seleksi benih saja. 

Padi sertani masuk golongan mana?

Jika ada yang bertanya tentang varietas sertani maka akupun bingung untuk menjawabnya. Tapi yang pasti padi ini bukanlah padi bersertifikat. Jadi, entahlah apakah varietas sertani ini masuk varietas unggul baru, padi tipe baru, ataukah padi gogo. Yang jelas ia bukan padi hibrid import, padi ini asli dari nusantara. Kalau dicari di toko pertanian jelas tidak ada.
Ya begitulah rumitnya pemerintah kita, para penemu-penemu kelas internasional dari negeri sendiri justru dianaktirikan. Benturan kepentingan, penjajahan pangan secara sistemik, penguasaan sumber daya alam justru dibiarkan. Ngeriiii……

Penampakan sertani 13 dan 14 setelah tanam

Di lahan sawah super kering pertumbuhan vegetatif sertani 13 dibanding dengan 14 terlihat berbeda. Sertani 14 sepertihalnya di pawinihan memiliki pertumbuhan vegetatif yang lebih baik jika dibandingkan dengan sertani 13. Dengan umur yang sama anakan sertani 14 juga lebih banyak. Sedangkan jika dibandingkan dengan padi wangi yang ditanam mertua jumlah anakan sertani 14 bisa dikatakan imbang yaitu sekitar 25 anakan. 

Malai sertani 13
 
Malai sertani 14

Malai padi wangi

Sampai artikel ini dibuat, umur ketiga padi tersebut (sertani 13, sertani 14, dan padi wangi) sudah berumur 55 hari plus 35 hari atau total 90 hari. Ketiganya terkena serangan blast pada umur 30hst. Yang terparah serangannya adalah di sertani 13. Sertani 14 dan padi wangi bisa dikatakan serangan intensitas kecil. Namun jika dibanding padi tetangga, serangan blast pada sertani 13 jauh lebih kecil. Dari keseluruhan hamparan, sertani 13 yang terkena blast sekitar 35 % dan 15 % sembuh. 

Blast sertani 13


(update...)

Semenjak panen di MT1 kemarin banyak tetangga yang bertanya-tanya tentang padi yang saya tanam. Pada umumnya mereka bertanya tentang nama padinya dan hendak membeli di kios pertanian terdekat. Begitu saya sebut sertani, mereka tampaknya masih awam dan baru kali ini mendengar. Bahkan kalau dicari di toko pertanian pun jelas tidak ada. Berdasarkan kenyataan tersebut maka jelas bahwa nyatanya petani petani kita memang sangat awam. Segala informasi pertanian yang mereka dapatkan hanya bersumber dari getok tular dan dari PPL (itu pun jika PPL nya rajin menyambangi petani). Pada kenyataannya tak semua PPL rajin menyuluh di kelompok tani apalagi jika kelompok tani tersebut jarang melakukan perkumpulan rutin. 

Sebagai contoh, pada umumnya petani di desa saya kenalnya hanya dengan ciherang, ir64, dan padi wangi. Mereka tak tahu ada banyak jenis padi baru. Untuk padi hibrid pun mereka tak banyak tahu seperti songgolangit, mapan p05, de el el. Bahkan, untuk padi wangi pun mereka tidak tahu jenisnya, karena memang padi aromatik sebenarnya banyak jenisnya. Ini baru tentang jenis padi, belum pupuk, belum penyakit, belum dosis obat, apalagi obat organik. Jelas mereka tidak kenal sama sekali. Ini bahaya…. Tentu saja.

Munculnya petani online

Memang kondisi dunia pertanian kita sangat memprihatinkan. Rata-rata pendidikan mereka hanya sampai pada SMP. Sarjana? Nanti dulu, ada tapi minim sekali. Saya pernah memasukkan data kelompok tani hampir satu kecamatan full, nyatanya pendidikan mereka ya seperti itu. Terlebih lagi jika melihat usianya, kebanyakan kelompok tani-kelompok tani kita dihuni oleh orang-orang tua. Sangat jarang anak muda, apalagi yang paham dunia online, sarjana, dan memiliki akses informasi-informasi yang up to date. Itu langka…

Akan tetapi, sejak saya mencoba berselancar di dunia maya, saya menemukan beberapa anak muda yang paham pertanian. Ada juga bapak-bapak yang sangat paham pertanian berkeliaran di dunia maya. Kepada mereka-mereka itulah diharapkan informasi informasi terbaru bisa ditransfer ke petani-petani kita. Dengan begitu harapan untuk swa sembada pangan bukan isapan jempol belaka.

Bukti munculnya petani-petani online adalah saat banyak sms masuk ke hp saya menanyakan bibit sertani. Uniknya, kebanyakan mereka justru berasal dari luar pulau jawa. Beberapa kali saya mengirimkan bibit justru ke alamat alamat jauh diseberang sana. Bahkan ada yang pesan bibit sampai dua kali dan nekat untuk dikirimkan via JNE. Gila saja, itu kan mahal sekali. Herannya, yang dari kecamatan sebelah malah tidak ada yang tahu. 

Pilih pilih benih? sesuaikan karakternya dengan lahan

Seringkali kita salah kaprah dalam memilih benih padi. Kita melupakan rumus fenotip = genotip + lingkungan + (interaksi genotip dan lingkungan) atau jika dengan simbol F = G+E+GE. Artinya penampakan luar padi akan tergantung dari genotipnya, lingkungan hidupnya, serta interasi genotip dengan lingkungan hidupnya. 

Suatu contoh, padi yang dari genotipnya oke tapi lingkungan tempat hidupnya tidak mendukung maka fenotip atau penampakannya di lapangan juga tak bisa maksimal. Orang-orang tani menyebutnya genotip alami tidak keluar. Analogi sederhananya seorang anak yang sebenarnya punya bakat (gen) main sepak bola tapi karena dibesarkan di lingkungan yang orang-orangnya sukanya main bola voli maka hal tersebut akan menyebabkan bakat si anak tidak bisa berkembang dengan baik. Cukup bisa dimengerti bukan?

Padi yang menghendaki lingkungan yang banyak air jika ditanam di lingkungan kering tentu saja nanti hasilnya tidak maksimal. Sebaliknya juga demikian. Jadi kita sebagai petani wajib tahu karakter lahan masing-masing dan harus disesuaikan dengan benih yang akan kita tanam. Jika daerah pertanaman kita endemik hama blast (misalnya) maka carilah padi yang secara genetiknya toleran blast. Jangan nekat tanam padi yang tidak toleran hama blast nanti pasti kerepotan sendiri. Jadi, alasan utama saya tanam sertani karena keadaan lahan dan lingkungan yang ada sebagai berikut:

Keadaan tanah dan lingkungan:
Tanah bekas pertanaman tembakau, sangat jarang ditanam kacang-kacangan. Kondisi saat pengisian dimungkinkan kering seperti tanah tegalan. Air hanya mengandalkan dari hujan. Rawan jika terkena imbas el nino waktu padi ditanam. Banyak serangan hama di lokasi tersebut terutama blast, hawar daun, dan walang sangit. 



hasil:
S13 1500 meter persegi dapat gabah kering pungut 20 karung besar atau sekitar kurang lebih 1 ton. Ini merupakan hasil yang cakep dibanding padi tetangga yang tidak bisa panen, puso, panen dropp hampir 80%, bahkan tidak bisa tanam seperti yang sudah saya posting DI SINI. Untuk S14 hasil kurang lebih sama hanya selisih sedikit lebih baik.

Dengan keadaan tanah dan lingkungan yang seperti itu maka gabah hasil dari pertanaman kemarin akan saya jadikan benih lagi di musim tanam tahun depan karena konon benih yang dihasilkan dari lingkungan yang ekstrem akan memiliki karakter yang tangguh dan tahan banting. Sudah teruji di lahan minim air yang terdampak El Nino lantas bagaimana jika sertani ini ditanam di lahan yang sama di musim hujan dengan dampak La Nina? Tunggu tanggal mainnya…..

update:
berikut Ini adalah bibit sertani yang saya kirim ke sumbawa. Posting Dari bpk Pius ternyata cukup oke dilahan basah.



 

catatan:
jika Anda juga berminat untuk menanam silakan hubungi nomor 085693301146 (SMS, telepon, WhatsApp)
MATA ELANG
SPIRIT OF THE EAGLE Updated at: 21.3.16

TRIK JADUL PASANG KUNCI RAHASIA PAKAI SAKLAR PUTAR



Pemasangan kunci rahasia dengan menggunakan saklar sudah jamak dilakukan oleh para seniman otomatif kita. Tepatnya sekitar 12 tahun yang lalu banyak motor yang dipersenjatai dengan saklar rahasia sebagai tindakan preventif dari tindak kejahatan curanmor. Akan tetapi, adakalanya pemasangan kunci rahasia juga bikin ribet si empunya motor. Ketidaktahuan akan kelistrikan motor, penggunaan spesifikasi saklar, dan kabel serta kualitas solderan yang kurang mantap seringkali bikin akselerasi motor sedikit endut-endutan di rpm tinggi.
MATA ELANG
SPIRIT OF THE EAGLE Updated at: 21.3.16

20.3.16

OFFSHORE MARICULTURE




Offshore mariculture merupakan budidaya ikan di lautan dengan batas minimal 30 m kedalaman dari atas muka laut.  Fakta yang menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan manusia tidak diimbangi dengan pertumbuhan pasokan pangan dari terestrial menghendaki percepatan produksi bahan pangan. Offshore kelautan menawarkan peluang cukup besar untuk ekspansi penyediaan protein ini, terutama dalam hal volume pasokan, dan seharusnya merupakan bagian integral dari perkembangan tersebut.
 
The practical experience reported at the Conference demonstrated that finfish farms could be installed, maintained and operated in the harshest oceanic conditions.
Pengalaman praktis yang dilaporkan pada Konferensi Offshore Mariculture It was agreed that: disepakati bahwa: Pemerintah perlu untuk mendukung perkembangan industri kelautan lepas pantai dengan mengaktifkan perundang-undangan (khususnya untuk meminimalkan waktu dan biaya dari proses perizinan) dan cocok dengan menyediakan dana dan dukungan untuk melanjutkan penyelidikan dan pembangunan berkelanjutan ke dalam produksi yang sedang berjalan dan langkah-langkah untuk menganalisa dan menanggung pertimbangan sosio-ekonomi bagi masyarakat lokal.Governments need to support the development of an offshore mariculture industry with enabling legislation (particularly to minimise the time and cost of the permissions process) and by providing suitable funding and support for continuing research and development into sustainable production and on-going measures to analyse and underwrite socio-economic considerations for local communities.
 
            Khususnya, untuk kelautan lepas pantai, maka diperlukan dukungan dalam pengembangan:Specifically, for offshore mariculture, we need to support and develop:
  1. Kemajuan teknis yang memungkinkan sepenuhnya sistem pertanian terpadu operasional yang mengukur dan mengoptimalkan produksi parau stok kondisi laut sekitar tahun sementara untuk meminimalkan risiko kecelakaan manusia
  2. Biaya-efektif untuk teknologi panen dan pengolahan untuk pasar saham
  3. Transfer teknologi dan adaptasi dari luar negeri dari sektor lain
  4. Fasilitas darat dan fasilitas pelabuhan yang memadai untuk tempat pemijahan
  5. Model pedoman pembentukan, dan lokasi budidaya lepas pantai yang dapat digunakan oleh petani untuk mengembangkan kode dari praktek yang sesuai untuk operasi mereka.
Negara di Uni Eropa terutama Spanyol telah mengembangkan peluang ini secara intensif. Spanyol memiliki armada nelayan tradisional terbesar di Eropa dan di seluruh dunia, ini terus berlanjut untuk menangkap ikan dalam rangka pemenuhan untuk pasar global. Like other major fishing nations, it has moved into sea water fish farming – mariculture ( production over 40,000 tonnes in 2007 ) – utilising its knowledge of the seas and the skills of its fishermen. Negara ini telah mampu memproduksi lebih dari 40.000 ton pada tahun 2007 dengan memanfaatkan pengetahuan tentang laut dan keterampilan para nelayan.

The Spanish Association of Marine Fish Farmers (APROMAR) is the supporting organisation for Offshore Mariculture 2008 in Spain and Spanish-speaking countries.
MATA ELANG
SPIRIT OF THE EAGLE Updated at: 20.3.16