ANDRE MAULANA “MENCARI” LINTANG?

8.12.11

Oleh: Mata Elang

Aku selalu ingin meruntuhkan Tursina. Saat ini dan di sini, di bukit kaki langit ini kurapalkan doa-doa yang selalu saja luput menuju tempatnya. Entah ini pengasingan yang keberapa? Aku terlunta memandang pematang tubuhku dipenuhi ilalang, kelopak kemboja, dan bayang-bayang kesepian panjang. Apakah aku masih akan memburumu?

“kenapa kita berada di bumi Elang?”

Suara Andre tiba-tiba menyentak ingatanku. Kenangan yang selalu tersimpan rapi saat umurku belum genap seperempat abad. Aku menundukkan kepala tak tahu harus berkata apa. Sejenak aku menatap semburat sinar sang surya di ufuk Barat. Dalam hati aku berkata “kau seperti halnya diriku Andre, kita adalah kembara serupa Nabi karena aku kau juga berasal dariNya dan selalu rindu untuk pulang kepadaNya. Oh Tuhan, aku harus menjawab apa? Sedangkan tiap diri punya misi hidupnya masing-masing”. Sejurus kemudian akupun menjawab dengan spontan:

“kita berada di bumi untuk mengenal Cinta, Ndre?”

“sesederhana itukah?”

“ya…”

“yang benar saja Elang, itu terlalu sederhana. Ah, tidakkah kau memiliki jawaban yang bisa lebih memuaskan diriku? Tidakkah Lintang telah memberitahumu?”

“tidak, hanya itu yang kutahu. Tanyakanlah kepada Lintang yang ada pada dirimu, sesungguhnya Lintang selalu hadir setiap saat termasuk di dalam dirimu”

“kau bicara apa Elang, aku semakin tak mengerti”

“jika sudah saatnya, kau pun akan mengerti. Semua pertanyaan yang muncul dalam dirimu selalu memiliki hak jawabnya. Bersabarlah, jika sudah waktunya jawaban itu akan datang sendiri”

Raut wajah kecewa tampak jelas tergambar di muka Andre. Aku tak tega membiarkan sahabatku ini dilanda kegalauan. Oh Tuhan, di lereng tebing ruhaniku, serpihan masa kanak-kanak itu melukiskan gelombang nyeri pada gari, doa-doa para sufi berterbangan, meniti tangga-tangga dan pintu langit ampunanmu. Rasi bintang-bintang menyisih dari pusaran lambung matahari. Deru angin berhamburan membelah pecah imanku yang menganga. Tapi seperti Ibrahim, aku masih menemukan isyarat dan getar rahasia. Wajah pualam rembulan, hamparan laut kelam, kemudian kesunyian di kejauhan, seribu purnama menyepuh berhelai-helai airmataku yang tergerai dan berdarah, mencium sajadah dan hulu tanah. 

“baiklah Andre, aku jadi teringat nasehat seorang Suci kepada murid-muridnya. Simak-baik-baik Ndre, Beliau berkata: jangan perhatikan bicaranya dunia ini. Sudah teramat banyak pembicaraan dalam dirimu sejak engkau dilahirkan hingga kelak saat kematianmu. Jangan membaca buku tentang dunia ini; baca saja sejarah dirimu sendiri yang ada di dalamnya. Kau memiliki sejarah tentang empat ratus sepuluh ribu kisah kelahiran. Lihatah ke buku sejarah yang ini. Inilah kisah sejarah yang menyimpan suatu keterhubungan sejak awal hingga akhir, sejak masa alam jiwa ke alam nanti. Sejarah ini tidak tertulis. Ia harus dimunculkan dengan Kebenaran Sejati sehingga tampak. 

Ia seperti tinta yang tak kelihatan, kalian tidak melihatnya sampai ia dipanaskan, barulah semua hurufnya akan tampak. Kelima unsure tanah, api, udara, air, dan eter menjadi huruf-huruf yang ditulis dengan tinta ini. Peganglah dia di atas panasnya api Kebenaran Sejati dan bacalah. Dibawah cahaya Allah yang gemilang, kau harus memegang sejarah ini di dekat panasnya api Kebenaran Sejati dan perhatikanlah. Maka ketika itulah kau bisa membaca apa yang dituliskan di sana. Ketika kau memegangnya dengan cara ini, kau akan bisa melihat sejarah dua puluh juta tahun ke belalakang. Kau akan bisa melihat tanah, api, udara, dan eter, dan setiap bentuk yang pernah muncul sejak awal penciptaan. Seperti ini, ada teramat banyak yang harus kau pelajari dalam kehidupanmu.

Engkau telah mengatakan telah berdoa dan mengabdi, padahal engkau hanya melakukan yang selama ini dilakukan oleh dunia. Lihatlah apa yang Tuhan lakukan. Perhatikan cara Dia mendoakan, cara Dia memulai, cara Dia melaksanakan kewajiban-kewajibanNya, cara Dia melayani, cara Dia sebagai budak, cara Dia sebagai Yang Mahaagung, cara Dia sebagai anak kecil, cara Dia sebagai pemilik segalanya, cara Dia seakan-akan berlaku sebagai yang membutuhkan, cara Dia yang tidak tinggal di tempat tertentu tetapi juga ada dimana-mana. Pahamilah semua sejarah ini. Pahamilah apa sebenarnya doa itu, dan pahamilah apa sebenarnya pengabdian itu.

Itulah nasehat Sang Suci kepada muridnya Ndre. Setidaknya itu bisa menjadi nasehat untukmu juga untukku, dan semua manusia yang merindukan Kebenaran itu. Sampai di sini dulu Ndre, aku ingin merenung.”

Aku beranjak dari tempat itu menuju sudut lain di kedai kaki langit ini. Sahabatku Andre juga terlihat mulai menundukkan kepalanya.
“maafkan aku Elang, aku terlalu menuntutmu”, Andre bicara dalam hati. 

ooooooOOOOooooooo

“mengenal cinta. Oh… kurasa itu terlalu sederhana”, sejurus kemudian Andre teringat saat-saat pertemuan denganku. Ya, saat-saat hatinya sedetik mengamuk dan sedetik kemudian hening, saat ia ditinggal pergi kekasihnya. “kau suruh aku mempelajari kisah percitaanku kemarin?”, pikiran Andre semakin tak karuan. “baiklah aku akan mengingatnya”, Andre segera mengambil handphone kecilnya, memasang headphone di telinganya dan mendengarkan lagu kenangan saat ia masih bersama kekasihnya.

Apakah kau mengerti betapa ku ingin. Memandangmu walau sejenak untuk hati ini. Apakah kau mengerti betapa ku ingin Menantimu hingga kau mampu berikan hatimu

Reff.
Jadilah kau bintang hatiku. Terangilah seluruh jalanku1. Jangan kau letih mencintaiku. Hingga di ujung usiaku

Apakah kau mengerti betapa ku ingin. Memandangmu walau sejenak. Untuk hati ini. Aku tenggelam pada yang terindah. Dan semakin dalam yang kurasa2

“kau benar Elang, kita berada di bumi untuk mengenal Cinta, dan Lintang ada di dalam diriku. Oh.. aku kembali menghidupi kesombongan, karma, maya, ilusi, hasrat, amarah, kekikiran, keterikatan, fanatisme, hawa nafsu, dusta, pencurian, pembunuhan, pembedaan antara “aku” dan “engkau”, “milikku”, “milikmu”, ikatan hubungan darah, pembedaan yang disebabkan oleh label agama4 dan pandangan filosofis, rasa iri, penghianatan, ketidakjujuran, kemunafikan, mementingkan diri sendiri, keraguan, keinginan dan segala macam monyet-monyet pikiran. Tuhan… mengingatmu tak cukup hanya lima kali sehari. Sungguh, aku harus tenggelam ke dalam diriku sendiri3

1―Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan dua bagian rahmat-Nya kepadamu, dan menjadikan untukmu nur, yang dengan nur itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q. S. Al-Hadiid 57 : 28). ―Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk langsung kepada qalbunya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q. S. 64:11) ―….Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa-siapa yang Dia kehendaki…. (Q.S. An Nuur:35)

2-dan barang siapa sungguh-sungguh berjuang di dalam Kami, sungguh Kami akan membimbing mereka ke jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah senantiasa bersama orang-orang yang berbuat ihsan. (Q.S. Al Ankabut 29; 69). 

3-Nasehat Jesus : Carilah Kerajaan Surga terlebih dahulu… dan segala yang lain akan diberikan padamu. Selanjutnya, Jesus memberitahu kita di mana Kerajaan itu dapat ditemukan: Kerajaan Tuhan ada di dalam dirimu (17 Lukas 20:21)

4-… dan janganlah kamu termasuk ke dalam kaum misyrikin, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka (Q.S. 30: 31-32)

Untuk merasakan feel dari artikel ini Anda harus berada pada frekuensi Andre Maulana yang lagi mabok cinta. Download lagu kenangan si Andre di SINI atau listen di bawah sini:



Download juga music brainwave DI SINI. Music brainwave yang satu ini merupakan music meditasi anahata (biar pada mabok cinta). Dengarkan selama 21 hari setiap malam sebelum tidur. Afirmasi yang ada di dalamnya sangat bagus untuk mengembangkan jiwa Anda menjadi penuh cinta kasih dan sayang. Welas asih (welas=kasih, asih=sayang, Ar Rahman Ar Rahim=pengasih dan penyayang).

Keterangan lebih lanjut mengenai gelombang otak (brainwave) dapat Anda baca DI SINI .

Artikel terkait

2 komentar

  1. Mas mata elang, buku yang pemalas masih bisa diorder g? kemarin nyari-nyari susah.. πŸ™πŸΌ

    ReplyDelete
    Replies
    1. sy masih ada beberapa buah dr penerbit masih segel.. mbaknya berminat?

      Delete