SERTANI 14 VS PADI HIBRID SEMBADA 168

1.3.17



SERTANI 14 VS PADI HIBRID SEMBADA 168


Musim tanam pertama menjelang 2017 kami mencoba menanam kembali padi sertani 14 di dua lokasi dan padi hybrid sembada 168 di satu lokasi bersebelahan dengan sertani 14. Kedua lokasi merupakan sawah tadah hujan dengan karakteristik kering. Sebagai gambaran untuk lahan pertama jika selama 3-5 hari tidak hujan maka tanah akan kering total. Tidak terdapat lumpur alias telapak kaki tak terbenam sama sekali jika diinjakkan ke sawah. Sedangkan untuk lahan kedua masih cukup lumayan karena telapak kaki akan terbenam sampai kisaran mata kaki jika diinjakkan ke sawah. 
sertani 14
S14 Keluar malai
Berikut ini adalah data luas sawah yang digunakan menurut aplikasi fields area measure


Luas
Padi
Kondisi lahan
Hasil GKP
Sawah 1
1000
Sertani 14
kering pada tahap vegetative, kering-basah (macak-macak) saat pengisisan
18 karung pupuk
Sawah 2.1
1200
Sertani 14
tergenang sebatas mata kaki sampai macak-macak dari vegetative hingga pengisian
29,5 karung pupuk
Sawah 2.2
800
Hybrid sembada 168
tergenang sebatas mata kaki sampai macak-macak dari vegetative hingga pengisian
13,5 karung pupuk



Hama dan penyakit yang dominan menyerang saat mt1 di lokasi yaitu penggerek batang, blast, hawar daun, dan walang sangit, sedangkan kecamatan sebelah banyak pertanaman padi dikeroyok wereng batang coklat. Serangan begitu menghebat hingga para penyuluh dan dinas pertanian beserta babinsa pun petugas POPT bersama-sama melakukan penyemprotan secara serentak. Akan tetapi, hama wereng tidak sampai merembet ke desa kami. Hanya sedikit penggerek batang, hawar, blast, dan walang sangit yang sempat teramati. Bisa dikatakan untuk musim tanam kali ini padi yang kami tanam selamat dari hama dan penyakit. 


Untuk hasil gabah kering pungut, terdapat peningkatan yang signifikan dibandingkan yang pernah saya posting di sini, yang terimbas el nino hingga sawah kering total bahkan sampai retak tanah. Dari hasil yang didapat terlihat karakter padi sertani 14 di sawah tadah hujan dengan kondisi lahan yang berbeda. Semua padi ini ditanam menggunakan system konvensional, pemupukan standar petani desa tanpa hitung-hitungan kebutuhan NPK yang njelimet. 


Di lahan sawah satu, kondisi kering pada masa vegetative menyebabkan anakan padi sertani 14 tidak maksimal. Hasil pengamatan di lapangan, jumlah anakan berada pada kisaran 15-25 anakan. Berbeda halnya dengan sawah kedua, anakan padi sertani 14 di lahan ini berada pada kisaran 20-25 anakan. Sampai pada saat padi memasuki tahap generative, hujan masih enggan turun. Kondisi yang demikian ini menyebabkan lahan di sawah satu kering total, tanah hanya sedikit lembab, dan rumput merajalela. Hal ini tentu saja mempengaruhi pertumbuhan padi. Terbukti jika dilihat dari hasilnya, terdapat perbedaan yang signifikan antara sawah satu dan sawah 2. Pada saat pengamatan di lapangan, panjang malai pun terlihat sangat berbeda. 


pawinihan


Jika diperbandingkan antara sertani 14 dan hybrid sembada 168, maka dapat dikatakan bahwa padi galur lokal sertani 14 ini tidak kalah dengan hybrid sembada 168. Sepertinya padi hybrid sembada 168 ini lebih cocok ditanam oleh petani-petani yang paham pemupukan dan mengerti karakteristik padi dan lahan sendiri sehingga karakter hybrid benar benar muncul. Untuk petani desa yang seringkali pupuknya asal sebar tanpa tau dosis dan hanya berdasarkan kebiasaan, sertani 14 cukup oke untuk dicoba. Untuk usia padi, galur sertani 14 dipanen setelah 88 hari tanam sedangkan padi hybrid sembada 168 dipanen 108 hari setelah tanam. Terdapat perbedaan usia 20 hari antara galur sertani 14 dan padi hybrid sembada 168.

Berdasarkan hasil kali ini, terbukti rumus baku:

Fenotip = genotip + lingkungan + genotip-lingkungan. 

Penampakan luar merupakan hasil perpaduan dari genotip, lingkungan tempat tumbuh, dan interaksi antara genotip+lingkungan. Padi galur sertani 14 dengan genotip yang sama dan lingkungan yang berbeda menghasilkan fenotip dan hasil yang jauh berbeda. 

Salam gila…..

Dodi Ahmad,
mantan tukang lauk
085693301146

Artikel terkait

0 komentar