Nitrosomonas Dan Nitrobacter, Dua Sejoli Yang Bikin Kolam Lele Anti Bau

30.7.16



Sudah jadi rahasia umum jika lele dipelihara secara intensif hampir selalu identik dengan bau comberan. Pada saat saya masih duduk di bangku perguruan tinggi, kolam praktikum pembesaran lele pun juga bau comberan. Dan sampai saat saya bergelut dengan ikan kolam air deras selepas lulus kuliah saya baru mendengar ada cara agar kolam lele tak bau comberan. Lele organik, demikian promo produk perikanan yang dinaikdaunkan oleh abah Nasrudin, sang maestro lele dari Mega Mendung.

Entah apa ramuannya, saya belum sempat untuk berkunjung ke sana. Pada saat itu walau ada rasa ingin tahu namun tak mendesak untuk saya ketahui karena objek yang saya pegang adalah komoditas ikan di kolam air deras. Akan tetapi untuk sekarang, saya pun mau tak mau harus mencoba coba mencari tahu cara agar kolam lele anti bau. Sulitnya air di kampung halamanlah yang memaksa saya untuk mencoba bermain main dengan air tergenang.

Siklus nitrogen

Apa penyebab kolam lele jadi bau?
Apa yang bisa menguraikan penyebab bau kolam lele?
Untuk bisa menjawab hal di atas maka saya harus belajar siklus nitrogen di kolam.  Balik lagi buka diktat kuliah. Lihat gambar berikut:



Secara sederhana siklus nitrogen di kolam dapat dijelaskan seperti pada gambar di atas. Bau comberan yang ada pada kolam lele berasal dari ammonia. Ammonia asalnya dari ekskresi ikan lele dan buangan N berasal dari perombakan protein pakan. Di perairan, ammonia secara alami akan diuraikan menjadi nitrit oleh bakteri dan selanjutnya diuraikan menjadi nitrat oleh bakteri pula. Nitrat yang terbentuk dimanfaatkan oleh tanaman air dan selanjutnya terjadi peristiwa makan dan dimakan atau sering disebut rantai makanan. Fitoplankton, zooplankton, ikan dst….

Dengan demikian, bau amonia yang seringkali menjadi kendala dalam berbudidaya lele besar kemungkinan karena tak seimbangnya ammonia dengan bakteri nitrifikasi. Oleh karena itu, penambahan koloni bakteri perombak ammonia mutlak untuk ditambahkan ke dalam kolam budidaya. 


Di alam, bakteri perombak ammonia ini jumlahnya melimpah. Akan tetapi, kita perlu jasa orang lab yang paham mikrobiologi untuk mendapatkan sediaan kulturnya.

 

Kolam lele yang semula airnya hitam dan bau berubah menjadi hijau sehat. Ikan yang sudah hormat bendera kembali sehat dalam kurun waktu seminggu. Percobaan ini membuktikan bahwa memang benar bahwa bau air kolam pada pemeliharaan kolam lele disebabkan karena kurangnya koloni bakteri perombak ammonia. Berikut ini adalah hasil percobaan penambahan bakteri nitrifikasi nitrosomonas dan nitrobacter ke dalam kolam lele.



Pengujian bakteri dua sejoli nitrosomonas dan nitrobacter tak hanya dilakukan di kolam lele namun kolam nila di rumah pun jadi sasaran percobaan. Biasanya kolam nila di rumah selalu dikuras ayah saya seminggu sekali. Jika tidak dikuras, ikannya terlihat lemas dan ogah makan. Mendengar keluhannya saya pun mencoba menambahkan bakteri nitrifikasi dan melihat reaksinya. Ternyata efeknya positif. Sampai tulisan ini dibuat, kolam tersebut belum pernah dikuras lagi, plus minus 4 bulan. Yang lebih menggembirakan lagi, nafsu makan ikan cenderung rakus, gerakannya gesit, dan air kolam berubah menjadi hijau. Dan pastinya, tanpa bau.

Sayang, pemeliharaan ikan lele dan ikan nila bukan skala produksi. Kolam lele hanya kegiatan iseng anak-anak di kampus untuk memanfaatkan kolam nganggur, sedangkan kolam nila di rumah juga kegiatan iseng ayah saya yang pengen pelihara ikan saja. Tak ada penghitungan SR, FCR, SGR, apalagi menghitung kualitas air.



Anda ingin mencoba Nitrobioplus? Sekarang Nitrobioplus dapat dibeli di SINI
https://m.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/pet-food-stuff/vitamin-obat-obatan/26jj5d-jual-probiotik-nitrosomonas-nitrobacter-nitrobioplus

Artikel terkait

0 komentar