AKHIRNYA PADI SERTANI JADI PRIMADONA DI DESA SAYA

2.5.16


Musim tanam pertama sudah berlalu, awal april di minggu pertama banyak padi mulai menguning namun lebih banyak lagi yang tak bisa panen di MT 1 ini. Selain karena tidak ada air, hama di musim tanam kali ini menjadi momok yang menakutkan. Hawar daun, blast, patah leher, dan walang sangit bertubi tubi menghajar hamparan padi di desa saya. Kekurangtahuan petani tentang deteksi awal penyakit semakin menjadikan hama ini merajalela. Alhasil, banyak hasil panen pun berkurang. Bahkan ada yang tidak bisa panen sama sekali, alias puso.

Entah musibah atau berkah, baru pertamakali saya mencoba menanam padi namun sambutan alam tidak begitu bersahabat. Hampir-hampir saya pun tidak bisa menanam bibit yang sudah terlanjur disebar. Kala itu umur bibit sudah 30hss namun hujan tak juga kunjung turun. Bibit kekeringan berikut umurnya semakin menua. Seperti kita ketahui, bibit yang sudah tua kurang baik jika ditanam. Umur vegetatif padi bisa habis duluan belum lagi masih terpotong masa stress bibit saat pindah tanam.

Ada pelajaran berharga yang dapat diambil di sini. Menanam padi di sawah tadah hujan sangatlah berbeda dengan menanam padi di sawah irigasi. Di sawah tadah hujan, kita sepenuhnya mengandalkan alam. Hal ini berarti, jadual yang sudah saya bikin sedemikian rupa mau tidak mau harus menyesuaikan dengan kondisi lahan. Contoh sederhana sewaktu mau pindah tanam harus menunggu hujan, untuk pemupukan pertama pun juga harus menunggu hujan. Seminggu setelah ditanam, tidak ada hujan sama sekali. Jadi lahan benar benar kering ring ring…. Saya masih ingat waktu pemupukan pertama dilakukan sore hari menjelang hari imlek. Dan benar saja, saat imlek gerimis sepanjang hari terus berlanjut sampai kisaran 3 hari. Namun lagi lagi setelah itu awan mendung pun minggat entah kemana.
Sertani 14

Seperti apa yang sudah saya posting DI SINI, pada umur 30 hst gejala penyakit mulai terlihat. Semua padi di desa saya semuanya terserang tak terkecuali sertani 13 dan sertani 14 yang baru tanam perdana. Walaupun dengan intensitas serangan kecil namun saya tak mau kalah starts dengan jamur, saya pun ambil langkah seribu dengan melakukan penyemprotan baik dengan organik maupun anti jamur yang dijual di pasaran. Alhasil, padi yang saya tanam selamat sampai panen.

Harus saya akui, sertani 13 dan sertani 14 ini lebih tahan penyakit dibanding padi yang ditanam tetangga. Begitupun dengan daya tahannya akan kekeringan. Walaupun saat pengisian tidak ada air namun bisa dibilang hasilnya memuaskan jika dibandingkan dengan padi milik tetangga. 

padi tetangga, gagal panen

 
padi tetangga, keting Dan kena blast

Gambar di atas adalah padi milik tetangga yang gagal panen. Sistem tanamnya dengan gogo dan tanamnya duluan dibanding sertani. Akan tetapi, kenyataannya sertani malah panen duluan sedangkan milik tetangga malah tidak bisa panen. 

Gambar di bawah ini adalah sertani 14 waktu keluar malai dan menjelang panen. Tampak mentereng di tengah hamparan padi yang kekeringan. Tak ayal lagi, sewaktu habis panen banyak petani yang minta tukar gabah untuk di tanam tahun depan. Sedangkan sertani 13 yang gambarnya bagus bagus di dunia maya itu juga tak luput dari lirikan mata para tetangga.

sertani14
Sertani 13


kirim gabah

Artikel terkait

0 komentar