UJI COBA PADI SERTANI 13 DI DALAM POT

20.3.16



Terlalu lama menunggu hujan turun seperti yang sudah aku posting DI SINI, aku pun iseng-iseng mencoba menanam sertani di dalam pot. Kebetulan di rumah ada beberapa pot yang nganggur, tinggal beli bokashi dan langsung beraksi. Percobaan ini bertujuan untuk melihat penampakan sertani 13 dengan perlakuan air sekedarnya dalam artian tanah dalam pot diusahakan sekedar lembab menginggat nantinya kondisi sawah yang akan ditanami juga langka air.


Tahap percobaan

Beberapa butir gabah aku coba untuk semai terlebih dahulu. Setelah searching ke sana ke mari di dunia maya maka aku putuskan untuk persemaian juga asal disebar saja seperti pola tanam padi gogo. Selanjutnya setelah berumur 20 hari baru benih itu dipindah ke dalam pot. Satu pot aku isi 2 bibit saja.

Perjalanan sertani 13 di dalam pot tanpa kendala berarti. Setiap kali ada di rumah pot disiram sekedarnya dan adakalanya pot tak disiram karena tidak bermalam di rumah. Dengan perlakuan yang sekedarnya seperti itu harapannya nanti dapat terlihat jikalau benih ini sampai di tangan petani konvensional di sawah tadah hujan.

Beberapa bulan berlalu padi sertani 13 di dalam pot sudah mulai terlihat cantik. Dari 2 bibit yang ditanam, padi itu mampu beranak total 28 batang. Ini berarti sudah cukup oke jika dibandingkan dengan jumlah rumpun padi yang biasa ditanam petani di sawah. Di tanah gersang bau garam ini, rata-rata jumlah anakan dalam satu rumpun padi di sawah berjumlah 12-22 batang. 

Untuk anakan produktif, padi sertani 13 yang aku uji coba dengan perlakuan pengairan sekedarnya ini mampu menghasilkan malai sebanyak 25 buah. Ini berarti persentase anakan produktif juga sudah oke. Namun sayang, hasil gabah yang sudah mulai matang itu tak bisa dipanen karena dijadikan kendurian oleh sekumpulan burung emprit yang kelaparan. Bagiku tidak masalah karena tujuan dari ujicoba ini hanya untuk mendapatkan gambaran mengenai pertumbuhan sertani 13 di tanah kering. Aku sempat menghitung bulir per malainya, tapi jumlah realnya tidak kucatat. Yang pasti jumlah bulir permalainya lebih banyak dari varietas ciherang yang biasa ditanam oleh petani daerah ini.








Artikel terkait

0 komentar