SISTEM PENGAPIAN PLATINA, CDI, TCI apa sih?

2.3.16




PENGAPIAN PLATINA, CDI, TCI  apa sih?

Sistem pengapian pada motor merupakan rangkaian mekanisme yang bertanggungjawap kepada fungsionalitas kendaraan itu sendiri. Seperti kita ketahui sebagus apapun motor, cc besar, irit, canggih, keren, namun jika motor tak bisa jalan maka derajatnya akan terjun bebas bahkan tak lebih tinggi dari sepeda ontel yang dapat ngacir di jalan raya. 



Sistem pengapian motor tak ubahnya seperti sistem organ pernapasan pada struktur organiasi tubuh manusia. Apabila sistem ini tak bekerja, maka otomatis motor mogok dan kehilangan fungsionalitasnya sebagai kendaraan bermotor. Oleh karena itu, memahami kerja sistem pengapian sangatlah penting bagi para pengguna kendaraan bermotor dan menjadi fardu ain hukumnya bagi para seniman otomotif.

Sejarah perkembangan jantung sistem pengapian

Pada mulanya, jantung pengapian pada motor menggunakan platina lalu CDI, dan sekarang TCI yang lebih beken digunakan untuk motor injeksi. Seringkali sistem pengapian paltina disebut sebagai sistem pengapian konvensional sedangkan CDI dan TCI disebut sebagai sistem pengapian elektronik. Secara lengkap dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Pengapian konvensional – platina
  • Pengapian elektronik – CDI (CDI DC dan AC), TCI
Agar lebih jelas, berikut ini adalah garis-garis besar halauan pengapian motor



AC CDI

DC CDI

TCI

CDI VS TCI


Perbedaan mendasar antara DC CDI dan AC CDI terletak pada sumber listrik yang digunakan untuk nantinya diumpan ke organ coil pengapiannya. DC CDI listrik dicatu dari AKI sedangkan AC CDI dicatu lewat generator magnet yang disearahkan dengan dioda sebelum disimpan di dalam kapasitor. DC CDI menerima input 12VDC, oleh inventer (dalam CDI) diubah menjadi 100-300 VAC kemudian disearahkan oleh dioda sebelum mengisi kapasitor. AC CDI menerima input 100-300 VAC dari magnet, kemudian disearahkan oleh dioda sebelum mengisi kapasitor. Setelah kapasitor diisi, tegangan tersebut menunggu pickup coil (pulser) untuk memberikan surat perintah penyerbuan ke kumparan primer coil pengapian. Apabila pulser telah memberikan sinyal serbu maka dengan segera kapasitor memuntahkan amunisinya menyerbu kumparan primer koil pengapian dan terjadilah huru hara (induksi) pada kumparan sekunder koil sehingga terjadi loncatan bunga api pada busi motor.

Berbeda dengan sistem CDI, pada TCI input coil didapat langsung dari aki. Bandung lautan api di koil sekunder terjadi saat ada perintah dari trigger pulser sehingga TCI melakukan swicthing dan berkobarlah ruang bakar di dalam mesin.

Artikel terkait

0 komentar