KEMANA JIWAKU? KEMANA AKU?

24.12.11

Oleh: Mata Elang

“Aku memiliki pertanyaan yang belum terjawab atau bahkan mungkin tak akan pernah terjawab Elang”

“apa itu Ndre? Bolehkah aku mengetahuinya?”

“Elang, jika aku mati, jasadku akan menjadi tanah tapi kemana aku? Aku juga tak tahu jika banyak orang menyebut “jiwaku”, “rohku” akan kemana mereka setelah kematian?”

Mendengar pertanyaan Andre aku langsung terdiam. Sejenak aku menatap semburat sang surya di ufuk Barat. Itu adalah pertanyaan purba dan aku pun sudah tentu akan kesulitan untuk menjawabnya. Aku bukanlah jasad. Aku bukanlah jiwa. Aku bukanlah roh. Aku adalah aku.

“Ndre, pertanyaanmu sulit untuk kujawab. Untuk saat ini aku hanya bisa mengatakan bahwa aku dan kamu adalah pengamat. Aku dan kamu adalah sang basis pengalaman tanpa label apapun yang melekatinya. Mungkin jawabanku tak akan memuaskan dirimu. Baiklah, aku akan berikan nasehat Sang Guru kepada murid-muridnya yang selalu kuingat kepadamu. Kiranya, lebih baik kita selalu berusaha menjalani kehidupan kita sekarang ini dengan sebaik-baiknya karena sesungguhnya kehidupan dan kematian adalah satu paket peristiwa yang akan kita lalui. “kematian” adalah pintu gerbang “kehidupan” selanjutnya. Untuk sekarang, buka saja pintu hatimu Ndre, itulah nasehat Sang Guru:

Anak-anakku, wangi sebuah bunga tidaklah muncul di luarnya begitu saja, terpisah dari bunganya. Wangi itu terkandung dari dalam bunga. Ketika bunga mekar, wanginya menyebar ke luar. Jika bunga tidak mekar, maka tidak aka nada yang tahu seperti apa wanginya. Bukankah kita bisa memahami ini? Sebelum bunga mekar, bisakah kalian mengagumi keindahan warnanya? Tidak. Bisakah kalian mencium wanginya sebelum ia mekar? Tidak.

Seperti itu pula jika hati kalian tertutup, tak akan tampak keindahannya. Jika hatimu menguncup, keindahan dan wanginya tak akan muncul. Hanya pada saat bunga mekar maka wanginya menyebar kemana-mana. Jika hatimu menguncup saja, maka tidak aka nada yang dapat mengecap kebahagiaan dan keindahannya. Hanya ketika hatimu mekar terbuka maka wangi keindahan, wangi Kebenaran, wangi dari sang jiwa, dan wangi dari rahmat Allah akan muncul ke luar. Semuanya berasal dari dalam hatimu, dan ketika ia mekar, saat itulah keindahannya, wanginya, dan segala sifat-sifat indahnya akan tampak.

Kalian harus memelihara bunga kalbu ini. Hati kalian adalah taman bunga. Janganlah mengira bahwa taman itu adanya di luar diri kalian. Ada yang mengatakan bahwa surga penuh dengan air mancur indah, rumah-rumah indah, dan taman-taman. Tapi tidak ada tempat yang bisa disebut sebagai surge yang adanya di luar diri kalian. Ia ada di dalam. Semua rumah, buah-buahan, bunga-bunga, semuanya dari ketujuh puluh ribu macam wewangian dan bunga, serta tujuh puluh ribu macam rasa buah-buahan, semuanya ada di dalam hatimu. Inilah rumah yang suci. Hatimu adalah kerajaan surga1

Inilah sajadahmu, tempat di mana seharusnya engkau memuja. Inilah taman bunga kehidupanmu. Sifat-sifatmu adalah buganya, dan semua amal perbuatanmu adalah buah-buahan di taman itu. Amalmu, cintamu, dan rasa kasih sayangmu menjadi ketujuh puluh ribu macam rasa yang ada pada buah-buahan itu. Semua tindakan dan perbuatan yang kalian lakukan untuk Allah di dunia ini akan menjadi dayang-dayang yang akan melayani kalian di sana2.

Sedangkan neraka adalah hasrat-hasrat jahat dunia. Neraka adalah kesombongan, karma, pengkhianatan, ketidakjujuran, iri, dan amarah. Neraka berada di perbedaan antara “aku” dan “engkau”. Neraka adalah perbedaan, kemunafikan, kebohongan, pembalasan dendam, kecurangan, kebanggaan, mengharapkan pujian, menyebar kepalsuan, maki-makian, dan menfitnah. Sepanjang kalian memiliki sifat-sifat ini, kalian hidup dalam neraka bahkan semenjak di kehidupan sekarang ini. 

Sangat mudah untuk berbicara tentang hal ini, tetapi kalian harus dengan sebenar-benarnya membuka hati kalian, menyadari, dan memahami Kebenaran sesungguhnya. Tidak ada gunanya sama sekali jika hanya berbicara saja. Dengan Kebenaran Sejati kalian harus memeriksa dan menanami kebun di dalamnya. Kalian harus membangun rumah kalian yang indah, rumah keagungan. 

Kalian harus membangun rumah rahmat dan mengumpulkan khazanah rahmat. Kalian harus mengumpulkan kekayaan dari tiga kehidupan dan membangun rumah untuk dunia ini, untuk dunia jiwa, dan untuk kehidupan berikutnya. Jika kalian mengumpulkan mubarakat (tiga berkah dari rumah qudrat Allah, khazanah Allah dan rahmat Allah) maka kalian akan memiliki harta karun yang tak akan punah ini. Kalian tidak harus dilahirkan kembali3. Kalian akan meraih keagungan dan kebahagiaan yang tidak pernah akan lenyap. Kalian akan kekal bergabung bersama Allah dan hidup dalam rumahNya. Rumahmu pun akan menjadi rumah “Sang Ayah”. Itulah firdaus-nya kehidupan. Itulah surga. Untuk mencapai keadaan itu, kalian harus mencari sifat-sifat ilahiah dan pengetauan Kebenaran yang disebut dengan ‘ilm.

Itulah nasehat yang selalu kuingat Ndre, jika kau membuka hatimu, pastinya kau dapat menangkap maksud dari nasehat itu. Oh ya Ndre, mungkin sekarang lagu ini cocok untuk menjadi renunganmu. Lagu ini bercerita tentang seorang cowok yang bernama Nicholas yang berkepribadian ganda dan sedang menjalani terapi hipnotis (regrassion). dia selalu merasa dikejar-kejar seseorang bernama Victoria Page, Victoria ini lah yang menjadi diri Nicholas yang satu lagi. Victoria Page adalah seorang gadis korban pembunuhan pada tahun tahun 1928, sedangkan Nicholas adalah pemuda yang hidup pada tahun 1999. Silahkan kau renungkan Ndre…”

Where did we come from ?
Kita berasal dari mana ?
Why are we here ?
Kenapa kita berada di sini ?
Where do we go when we die?
Jika kita mati ke mana kita pergi ?
What lies beyond ?
Apakah hanya kebohongan alam?
And what lay before ?

Apa yang terjadi sebelumnya
Is anything certain in life?
Apakah hidup ini memang sudah ditentukan ?

They say, life is too short,
Mereka bilang: hidup ini terlalu pendek
The here and the now
Disini dan sekarang
And you’re only given one shot
Dan kau hanya diberi satu kali kesempatan
But could there be more,
Tapi apa mungkin lebih dari itu
Have I lived before,
Apa aku pernah hidup sebelumnya
Or could this be all that weve got?
Atau emang hanya ini yang kita dapat?

If I die tomorrow I’d be allright
Jika aku mati besok, aku kan baik saja
Because I believe That after we’re gone
Karena aku percaya, walaupun setelah kita tidak ada
The spirit carries on
Jiwa ini akan tetap ada

I used to be frightened of dying
Dulu aku sangat takut akan kematian
I used to think death was the end
Dulu aku pikir kematian adalah akhir

But that was before, Im not scared anymore
Tapi itu dulu, sekarang aku tak takut lagi
I know that my soul will transcend
Aku tau jiwaku akan berpindah
I may never find all the answers
Aku mungkin tak akan pernah menemukan semua jawabannya
I may never understand why
Aku mungkin tak akan pernah mengerti mengapa ini terjadi
I may never prove What I know to be true
Aue juga tak akan bisa membuktikan segala yang aku tau itu benar
But I know that I still have to try
Tapi aku tau bahwa aku harus tetap mencoba

Move on, be brave, Dont weep at my grave
Ayo, beranilah, jangan menangis di kuburanku
Because I am no longer here
Karena aku tak lagi berada disini
But please never let your memory of me disappear
Tapi tolong jangan biarkan kenangan tentangku terhapus dari pikiranmu

Safe in the light that surrounds me
Aman dalam cahaya yang mengelilingiku
Free of the fear and the pain

Terbebas dari rasa takut dan kepedihan
My questioning mind Has helped me to find
Pikiranku yang terus bertanya telah membantuku menemukan
The meaning in my life again
Arti dari hidup ku lagi
Victoria’s real I finally feel
Victoria (nama orang) benar, akhirnya aku merasakan
At peace with the girl in my dreams
Kedamaian dengan gadis impianku
And now that Im here Its perfectly clear
Sekarang aku di sini, segalanya telah jelas
I found out what all of this means
Aku tau apa arti semua ini
*****

Listen lagunya di bawah ini Sob, atau download DI SINI.



Keterangan:
1 Baca lagi nasehat Yesus dalam artikel DI SINI atau lihat Hadis Qudsi “Tiada termuat Aku oleh bumi-Ku dan lagit-Ku, tapi termuat Aku oleh hati hamba-Ku yang beriman, yang lemah lembut, yang tenang tentram”

2 Lihat Q.S. Ad-Dukhaan (44): 51-55, “sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman. Di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah. Kami berikan pada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman. Ada juga nasehat seorang pendeta yang telah mengalami mati suri, beliau memberikan nasehat bahwa yang akan menjadi bahan bangunan rumah di sana adalah amal bukan tumpukan uang dan harta benda yang dimiliki di dunia.

3 Lihat artikel KAPAL NUH YANG RETAK

Artikel terkait

0 komentar