PEMAHAMAN CINTA PIYU

28.11.11

Oleh: Mata Elang
Semalam aku iseng dengerin lagu-lagu jadul dan sempat termenung setelah mendengar lirik lagu yang digubah oleh piyu ini. Pemaknaan cinta oleh Piyu-Padi ini semoga saja dapat dimengerti oleh para ababil kita (anda, aku, dan mereka). Why? Karena aku sering jumpai status-status galau para abege ini di facebook seperti “mending aku mati saja”, “cinta fuck!!!”, “kau pergi setelah menikmatiku” dan selanjutnya dan seterusnya.

TAK HANYA DIAM
Meresap kecup hangat… sebentuk cinta
T’lah terukir di dalam jiwaku
Seperti tetes embun menyegarkan hari
Terciptakan keajaiban di hati..
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta tak hanya diam
Aku yang berkelana mengarungi hidup
Mencari untaian arti, makna…
Apakah sesungguhnya balasan dari cinta
Pasti bukan harta dunia semata…
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta tak hanya diam…
Jika mungkin bumi harus terguncang badai
Tapi cinta takkan mungkin hilang
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta adalah cinta
Dari lirik lagu di atas sangat jelas dan kentara bahwa cinta memiliki prespektif dimensi yang teramat luas. Bahkan, ia adalah keabadian itu sendiri (cinta bukan hanya pertautan hati, cinta adalah Cinta). Aku menduga bahwa apa yang dimaksudkan oleh Piyu perihal cinta di dalam lirik lagu tersebut adalah aksioma Tuhan (cinta adalah Cinta, Jika mungkin bumi harus terguncang badai tapi Cinta takkan mungkin hilang).
Memahami sifat Qidam dan Baqa’
Ya, Qidam dan Baqa’ adalah sifat Tuhan. Qidam: terdahulu (yang ada yang tidak didahului oleh keberadaan sebelumnya, Baqa’: kekal (tak pernah berakhir). Sifat ini selalu ada pada Hidup dan sebelum bisa kembali kepada Yang Maha Hidup maka kita pun akan dididik dalam KAPAL NUH. Kita akan terus berproses dan terus berproses meregang antara hidup dan mati. Secara tersirat, hal ini sudah aku singgung dalam sebagian bab di buku PKBM, tepatnya dalam puisi kisah setetes air mata.
Sebelum memahami lebih lanjut tentang hal ini, kita harus memahami siapa diri kita sebenarnya. Walau di dalam kitab disebutkan: manusia sebagai khalifah di bumi, nyatanya tak setiap orang mampu menyadari peran kekhalifahannya, lakonnya. Sifat-sifat Tuhan yang ditularkan lewat ruh-Nya malah terpendam jauh ke dalam. Ia tidak dapat hidup karena yang dihidupi justru ilusi pikirannya, alias hanya MENUNDA KEMATIAN. Kita terpesona oleh pernik-pernik kedunawian (hal ini sudah aku singgung di posting KESUKSESAN YANGSEMU).  

"Apakah sesungguhnya balasan dari cinta, pasti bukan harta dunia semata…"
Kita belum paham terhadap misi rahmatan lil alamin, memahayu hayuning bawana (kalau sudah, tentu tak hanya diam). Ini terbukti walau jasmani orang terbungkus rapi oleh jubah-jubah keagamaan tapi sungguh aku pun heran karena mereka dengan sangat sadis menghajar habis-habisan wajah Tuhan yang lain di muka bumi ini. Jelas sekali hal yang demikian itu sangat kontras dengan misi rahmatan lil alamin. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan, maka hal itu semakin menampakkan secara jelas bahwa kita ini masih ABABIL. Love u ababil… 

cinta bukan hanya sekedar kata
cinta bukan hanya pertautan hati
cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta adalah Cinta
“Jika ketelanjangan adalah kejujuran, maukah kau telanjang di hadapanku?”

Artikel terkait

0 komentar