BUKU DARMAGANDHUL

2.11.11

BUKU DARMAGANDHUL

Nah, kalau buku ini adalah buku kontroversi. Kalau tak salah ingat, buku ini terbit pada awal bulan ramadhan kemaren. Kebetulan penyuntingnya (Mas Salahuddien G.Z.) ngetag-kin aku di note facebooknya. 


Judul : Darmagandhul
Sub Judul : Kisah Kehancuran Jawa dan Ajaran-ajaran Rahasia
Penulis : Damar Shashangka
Penerbit : Dolphin

Berikut ini adalah resensi dari saudara Traktor Lubis:

Kitab/serat Darmagandhul ini sendiri setahu saya sudah berulang kali mengalami usaha untuk pemusnahan. Baik yang berupa prosa maupun yang berupa nyanyian. Serat Dharmagandhul ini kontroversi. Sekontroversi Islam di bumi Jawa saat ini.

Buku ini antara lain menceritakan dengan pandangan Kejawen tentang bagaimana runtuhnya Majapahit dan kelanjutannya penduduk pulau Jawa beralih agama dari agama Buda menjadi Islam. Islam yang pada mulanya membuat prabu Brawijaya V (raja terakhir Majapahit) bersimpati adalah Islam yang Sufi. Yang kemudian ditambah lagi oleh informasi dari salah seorang istri Brawijaya V sendiri yang merupakan Muslimah dari Champa.Dari istri asal Champa inilah, kemudian lahir Raden Patah.

Raden Patah yang datang dari Palembang menghadap ayahandanya untuk diberikan kekuasaan. Dan Prabu Brawijaya V yang tidak curiga sama sekali dengan suka cita memberikan kekuasaan atas Demak pada Raden Patah. Yang membuat buku ini menarik adalah penggambaran secara sangat vulgar bagaimana para Wali bersekutu dengan orang orang Asing serta Raden Patah untuk menghianati ayahandanya sendiri.

Kemudian bagaimana serat ini menuding Raden Patah sudah melakukan 3 dosa sangat besar. Menyakiti Ayahandanya, Orang yang sudah memberikan kuasa dan Menghianati Raja. Kemudian ada dialog perang ideologi antara Sunan Bonang dengan demit. Yang berperang adalah wacana pembiacaraan spritual. Dimana si raja Demit protes pada kesewenang wenangan sang Wali yang mengkutuki orang satu kampung hanya gara-gara air. Membuat celaka orang satu daerah hanya karena sebel dsb.

Lalu yang kontroversi adalah bagaimana hasutan para Wali pada Raden Patah untuk menghianati ayahandanya sendiri. Raden Patah digambarkan sebagai seorang anak yang lupa pada jasa orang tuanya. Tidak apa apa menghianati raja yang kafir yang tidak mau berpindah agama menjadi Islam. Kondisi yang digambarkan sangat relevan dengan suasana radikalisme yang berlangsung terus menerus di Republik.

Islam radikal yang pada mulanya diberikan kesempatan untuk tetap berkembang. Sedikit demi sedikit akhirnya menggerogoti kekuasaan yang memberikan kuasa. Persis NII. Dalam hal ini Darmagandhul membongkar semua borok borok radikalisme dalam sejarah Islam di bumi Jawa.

Bagaimana usaha pengIslaman Jawa berlangsung brutal. Pemaksaan dan pembunuhan. Pembakaran semua kitab kitab dari jaman lampau. Jawa berganti rupa. Penduduk Majapahit yang tidak mau masuk Islam eksodus ke Bali, Bromo dan sekitar candi Sukuh. Fakta fakta yang masih bisa dilihat sampai hari ini yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Walau Darmagandhul sendiri sebagai serat yang berjenis spritual sejarah, tidak sama sekali tanpa cacat. Yang terakhir adalah Semar yang sedianya mengayomi bumi Jawa yang akhirnya menghilang dari tugasnya mengasuh pemimpin Nusantara. Semar adalah Sabda Polan itu sendiri. Yang terang terangan menolak masuk Islam saat Brawijaya V yang setengah terpaksa setengah dikelabui akhirnya masuk Islam juga.

Sepeninggal Majapahit bagaimana kondisi Jawa yang tanpa sentral kekuasaan. Lemah, perang saudara yang hanya menunjukkan ketamakan pemimpin pemimpin Islam. Hingga akhirnya harus jatuh ke tangan bangsa barat.
Sebagai uji nyali... Buku ini sangat cocok.hahaha....

Artikel terkait

0 komentar