KITAB TELES DAN KITAB GARING

15.10.11

Bagi saudara –saudara yang akrab dengan dunia “aneh” pasti tak akan asing dengan istilah kitab teles dan kitab garing. Yang dimaksud kitab garing yaitu kitab tertulis seperti Al Quran sedangkan kitab teles ya alam semesta ini, termasuk diri kita sendiri. 

Perkara kitab ini di dalam Islam juga menjadi salah satu rukunnya. Untuk iman sendiri juga dapat diartikan secara beringkat-tingkat. Ada yang mengartikan secara dangkal dan ada pula yang dapat mengartikan secara mendalam. Terkait dengan SULUK Gus Dur, kitab yang di dalam dada itulah yang dimaksud. Tanpa ditulis dapat dibaca.

Mungkin Anda sering mendengar istilah mikrokosmos dan makrokosmos. Bayak orang mengatakan manusia itu mikrokosmos dan alam semesta ini makrokosmos. Akan tetapi sebenarnya manusia itulah yang makrokosmos sedangkan alam semesta ini mikrokosmos. Kenapa? Karena alam semesta ini bisa kita bayangkan dalam imajinasi kita. Ah.. perkara ini memang sulit dijelaskan. Kalau tetap dibicarakan ujung-ujungnya tidak akan tepat yang dimaksudkan.

Dari sekian banyaknya ajaran para suci, semuanya mengarah pada pengenalan pada diri sendiri. Dalam tasawuf istilahnya makrifat. Makrifat adalah mengenal Dia. Mengenal Cinta Sejati, dan orang yang telah mengenal Cinta Sejati dapat dipastikan akan memancarkan cinta ke alam semesta. Ya, karena ia sudah mendapatkan cinta maka otomatis ia dapat memberikan cinta. Bagaimana bisa orang yang tak memiliki cinta bisa memberikan cinta? Oleh karena itu pemahaman orang mengenai cinta juga bertingkat-tingkat. Cinta Sejati tak pernah mati karena sebenar-banarnya Cinta Sejati adalah cinta kepada Tuhan.

Al-Qur'an Qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo

Al qur’an Qodim wahyu yang agung
Tanpa ditulis-pun bisa dibaca
Itulah wejangan guru waskita
Ditancapkan di dalam dada

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu'jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman

Menempel hati dan fikiran
Menyebar ke seluruh badan luar dalam
Mu’jizat Rosul jadikan pedoman
untuk menjadi jalan masuknya iman

Biasanya ada yang protes, dalilnya mana? Ya… silahkan dicari di kitab yang tertulis.


Aksoro Arab Islam, Aksoro Jowo Selamet

“iman marang Kitab, ora saderma bisa maca lan ngerti terjemahane, kudu bias mawas kang tersurat utawa kang tersirat lan bias mapakake ana sakjerone perilaku urip saben dinane, serta ngenteni apa kinarepake. Maksud Pangeran nganti ngudunake/jarwakake tuntunan, aturan, lan hukum saka Kitab mau, kaya anane blegere manungsa urip ana jagad raya iki. Sebab anane Kitab Al Quran al-karim mau yo anane isine urip jagad raya iki.
Kitab kang tersurat (tinulis) ya anane Kitab Garing, kayata Kitab Zabur, Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Al Quran al-karim, lan sapanunggalane. Kitab kang tersirat (tanpa tinulis) yo anane Kitab Teles, wujud saka maknane badan saujud kita.”

(Beriman kepada Kitab tidak boleh sekedar bisa membaca dan mengerti terjemahannya, tetapi harus bias memahami apa-apa yang tersurat maupun yangtersirat, dan mampu menerapkannya dalam perilaku hidup keseharian serta memahami apa yang dimaksudkan. Maksud Tuhan menurunkan/mengajarkan bimbingan, aturan, dan hukum dari Kitab tadi, adalah sebagaimana wujud konkret manusia di alam semesta ini. Sebab [sesungguhnya berkaitan erat] dengan isi kehidupan di alam nyata ini.

[yang dimaksud dengan] Kitab yang tersurat atau tertulis adalah Kitab Kering seperti Kitab Zabur, Kitab Taurat, Kitab Injil, Kitab Al Quran yang mulia, dan tulisan-tulisan lain [yang diturunkan Allah seperti suhuf Ibrahim, suhuf Musa, dll]. Kitab tersirat atau yang tidak tertulis adalah keberadaan Kitab Basah, yang termanifestasikan oleh keberadaan jiwa dan raga kita.)

Artikel terkait

0 komentar