GEMPURAN NEW AGE MELANDA, RADIKALISME MEMBAHANA

14.10.11


Melanjutkan artikel MENJELANG 2012, kali ini kita akan meninjau gelombang new age yang kalau aku searching di google begitu menghebohkan. Beberapa kelompok saling beradu argumentasi yang tak jarang berkhir pada debat panjang yang tak berkesudahan. Para pakar saling unjuk kepakarannya dan menjadikan masyarakat awam bingung tak karuan.

Kaum beragama pun tak jarang kebakaran jenggot karena gelombang new age ini dipandang dapat merusak akidah umat. Jika Anda menggunakan “rasa” untuk mencerna baris-baris tulisan “adu gengsi” tersebut pastinya Anda dapat menilai, perkataan itu berasal dari nurani atau dari nafsu/ego? Lantas Anda pun dapat mengambil kesimpulan diantara kedua pendapat tersebut. 

Pencerahan atau ajang bisnis?

Beberapa orang lantas memanfaatkan fenomena ini sebagai ajang bisnis. Jika kita lihat di rak-rak buku, kita akan banyak menemukan buku-buku bernuansa new age ini beredar luas di masyarakat. Hal sebaliknya pun juga berlaku, banyak juga aku amati buku-buku berhalaman tebal yang mengobral kata sesat dan kafir. Oh… tak terbayangkan betapa masyarakat kita semakin terombang ambing olehnya. 

Mungkin ini juga akan menjadi salah satu fenomena 2012 yang heboh itu. Selain perekonomian dunia dan ngambeknya bumi yang memang lagi ngetrend, pandangan new age tampaknya juga akan mengalami hal yang sama. Bias-bias ini sudah Nampak terpancar lebih jelas hingga gaungnya makin nyaring terdengar. 

Apakah di antara Anda ada yang belum tersentuh gerakan menghebohkan ini? Atau malah Anda tak tahu menahu? Ingat, di dunia ini ada tiga kelompok manusia yaitu: mereka yang membuat sesuatu terjadi, mereka yang tahu sesuatu terjadi, dan mereka yang tidak tahu bahwa sesuatu terjadi. Gerakan new age ini tampaknya ingin menjadi yang pertama. 

Secara literal, New Age Movement adalah gerakan zaman baru, yang oleh Rederic dan Mery Ann Brussat disebut sebagai "zaman kemelekan spiritual". Ada semacam arus besar kebangkitan spiritual yang melanda generasi baru dewasa ini, terutama di Amerika, Inggris, Jerman, Italia, Selandia Baru, dan seterusnya. Ekspresinya beragam; mulai dari cult, sect, New Thought, New Religious Movement, Human Potentials Movement, The Holistic Health Movement, sampai New Age Movement. Namun, benang merahnya hampir sama: memenuhi hasrat spiritual yang mendamaikan hati.

Jika kita lebih jeli lagi melihat, maka kita hanya akan menjumpai fenomena dahaga spiritual yang begitu kering di perkotaan. Dalam artian, masyarakat kalangan menengah ke atas tampaknya mulai menyadari adanya penjara materialistic yang mengurungnya dalam sangkar emas atau dalam blog paling malas ini aku populerkan dengan term “tarikan kebumian”.

Perang bawah sadar dan radikalisme global

Tak pelak lagi, gelombang new age yang menggeledek itu turut menyerang kelompok-kelompok beragama yang merasa digedor benteng pertahanannya. Benteng pertahanan, -sengaja aku istilahkan demikian karena memang setiap manusia pada umumnya memerlukan sandaran hidup, tempat mengadu dan memohon. Ini sudah menjadi fitrah dari setiap manusia karena memang semua ini berasal dari Tuhan dan karena itu tentunya setiap jiwa rindu untuk pulang kepadaNya. 

Di sini keniscayaan akan sebuah perang bathin terjadi. Manusia-manusia yang belum memiliki inner peace kerap menjadi beringas. Perilakunya mendadak menjadi radikal karena dalam anggapannya ada kelompok yang menodai agama. Ada kelompok yang mengobok-obok agamanya. Dan mereka dengan berbangga diri menyatakan sebagai pembela Tuhan (Tuhan lemah sekali ya). Inilah wujud dari perang bawah sadar manusia dimana jika tidak disikapi dengan bijak besar kemungkinan dapat menyebabkan sakit jiwa. 

Aku ini bukan orang psikolog, tapi aku sangat menyayangkan jika atas nama Tuhan video-video kekerasan dapat ditonton bebas di dunia maya. Baru saja aku coba searching di mbah google ada situs dengan label agama tertentu mempertontonkan kekerasan perang terhadap warga sipil. Ini jelas mirip gerakan paguyuban ahli sorga yang belakangan ini makin gencar merekrut anggota-anggota baru dari kalangan SMA dan perguruan tinggi. Secara tidak langsung tontonan semacam itu akan merasuk ke alam bawah sadar dan menimbulkan vibrasi kebencian dari kelompok tertentu. Ingat, vibrasi kebencian ini sifatnya merusak. Jauh dibawah vibrasi cinta kasih, Ar Rahman Ar Rahim, hamemayu hayuning bawana. Dan vibrasi kebencian ini sering berakhir pada bom bunuh diri karena rindu dipeluk oleh bidadari-bidadari sorga. Oh… sesuatu banget…

Salam Cinta….. Love…..

Baca artikel ini dengan rasa Anda karena didalamnya ada juga bahasa sindiran. Ambil yang bermanfaat dan saring dengan akal jiwa Anda.

Artikel terkait

0 komentar