AHMAD DHANI DIBENCI, AHMAD DHANI DIPUJI

22.10.11

Beberapa artikel yang aku searching di mbah google perihal Ahmad Dhani, pentolan grup music Dewa itu begitu menghebohkan. Apalagi sejak berita kiriman bom buku yang melejit di pertengahan tahun 2011 ini. Dhani kerap dituding sebagai antek Yahudi yang menyebarkan ajaran sesat, penjelmaan Dajjal dan seabrek berita miring lainnya. Sebenarnya sih bukan hanya Ahmad Dhani yang mendapat julukan seperti itu. Bahkan ada buku yang menyimpulkan bahwa pendiri bangsa ini termasuk Ki Hajar Dewantara, Ra Kartini, dan beberapa tokoh nasional lainnya dianggap sesat. Wow… pertanda apa ini? 

Oke sob, di artikel ini aku akan mencoba membahasnya dengan kacamata yang lain. Mengenai Ahmad Dhani, aku akan mencoba mengupasnya dengan menganalisa lirik lagu yang beliau buat.

Satu

aku ini adalah dirimu
cinta ini adalah cintamu
aku ini adalah dirimu
jiwa ini adalah jiwamu
rindu ini adalah rindumu
darah ini adalah darahmu

reff: tak ada yang lain selain dirimu
yang selalu ku puja
ku sebut namamu di setiap hembusan nafasku
ku sebut namamu, ku sebut namamu

dengan tanganmu aku menyentuh
dengan kakimu aku berjalan
dengan matamu aku memandang
dengan telingamu aku mendengar
dengan lidahmu aku bicara
dengan hatimu aku merasa

repeat reff

sekilas lirik lagu di atas tampak biasa-biasa saja. Akan tetapi jika Anda jeli Anda tentu dapat melihat apa yang dijadikan rujukan Ahmad Dhani untuk membuat lagu ini. Dari judul lagunya sudah tampak jelas bahwa Ahmad Dhani terinspirasi dari hadist qudsi yang berbunyi:

Tidak ada cara ber-taqarrub (mendekatkan diri) seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku sukai selain melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah Aku fardhu-kan kepadanya. Namun hamba-Ku itu terus berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan (sunnah) nawafil, sehingga Aku pun mencintainya. Apabila ia telah Aku cintai, Aku menjadi pendengarannya yang dengan Aku ia mendengar, (Aku menjadi) pengelihatannya yang dengan Aku ia melihat, (Aku menjadi) tangannya yang dengan Aku ia keras memukul, dan (Aku menjadi) kakinya yang dengan Aku ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku, sungguh, akan Aku beri dia, dan jika ia memohon perlindungan-Ku, Aku benar-benar akan melindunginya.” (Hadits Qudsi riwayat Bukhari).

Dari hadist di atas maka jelaslah bahwa apa yang hendak Ahmad Dhani rangkum dalam syairnya adalah sebuah ektase mendalam saat seseorang bermakrifat. Atau dengan kata lain ia merasakan tajalli Tuhan di setiap hembusan nafasnya. Syair lagu di atas hanyalah segelintir contoh dari lagu Ahmad Dhani yang bernuansa tasawuf. Jika aku perhatikan banyak sekali lagu-lagu Dhani yang terinspirasi dari pemahaman akan tasawuf. We are oneness.

Catatan:
Ganti "mu" pada syair di atas dengan "Mu" (dengan huruf besar) dan rasakan maknanya. Tampaknya Islam yang dipeluk Ahmad Dhani adalah Islam tasawuf versi Gus Dur dan jika Anda mempelajari sisi esoteris dari berbagai ajaran para suci, insyaallah Anda akan mengerti apa maksudnya. Artikel perihal cinta sudah aku jelaskan secara singkat di SINI

Artikel terkait

0 komentar