BENANG MERAH TASAWUF DAN REIKI

26.8.11


Tasawuf dan reiki merupakan dua tradisi yang disamping memiliki perbedaan historis dan keterikatannya dengan agama tertentu juga memiliki persamaan-persamaan. Reiki tidak terkait dengan agama sedangkan tasawuf lahir dari rahim agama Islam dan menjadi bagian integral dari manifestasi Islam. Tasawuf adalah spiritualisme Islam yang sering juga disebut sufisme atau paham orang-orang sufi. Sedangkan praktisi tasawuf sering disebut jalan sufi.

Sudah lama aku penasaran dengan hal ini karena jikalau benar bahwa Islam merupakan penyempurna dari ajaran-ajaran terdahulu maka sudah barang tentu ada benang merah yang menghubungkan antara ajaran Islam dengan reiki. Sebenarnya bukan hanya reiki, namun demikian pasti juga terdapat benang merah dengan ajaran atau agama lainnya seperti Hindu, Budha, atau bahkan Kejawen sekalipun (baca artikel di sini). Ya, kali ini kita kerucutkan terlebih dahulu antara tasawuf dan reiki.

Pertama, baik dalam tasawuf dan reiki dikenal adanya guru. Dalam tasawuf biasa disebut mursyid sedangkan dalam reiki disebut master. Ritual awalnya pun ada kesamaan yang sering disebut inisiasi, attunement, atau ijasah. Seorang calon murid baru akan menjadi murid dan diperbolehkan menjalankan pola olah psikospiritual setelah mendapatkan inisiasi (penyelarasan) oleh guru (baiat dalam tasawuf). Dalam ajaran tasawuf si murid akan menjalankan apa yang disebut sebagai tahap thariqah sedangkan dalam reiki si murid diberi hak untuk mengakses energy reiki.

Dapat dikatakan bahwa inisiasi (attunement, ijasah) merupakan ritual universal yang berlaku dalam seluruh lembaga tarekat dan reiki. Dalam reiki, inisiasi ini dimaksudkan untuk menyelaraskan organ-organ ruhani sang murid agar dapat mengakses energy Ilahi guna perkembangan organ ruhani itu sendiri atau biasa dinamakan self healing. 

Kedua, persamaan yang mirip dalam tradisi tasawuf dan reiki adalah adanya sikap tawakal, pasrah, no mind yaitu sikap berserah diri tanpa konsentrasi apa pun. Hanya dengan sikap ini praktek reiki dan tasawuf dapat dilakukan. Hal yang cukup aneh aku rasa jika ada sebagian kalangan dengan penuh amarah lantas menjustifikasi praktek olah spiritual seperti ini dengan perkataan sesat. 

Ketiga, pada ujungnya praktek tasawuf dan reiki menuju apa yang disebut sebagai kesadaran ruhaniah. Kesadaran ini begitu penting untuk peningkatan spiritualitas manusia. Jika ritual zikir yang ada pada tasawuf dimaksudkan untuk pembersihan jiwa maka dalam reiki pun ada yang disebut self healing guna pembersihan cakra-cakra. Uniknya baik tasawuf dan reiki sama-sama memiliki 7 tahap dalam pencapaian puncak kesadarannya. Nur Muhammad (dalam reiki disebut energy Ilahi) yang diakses digunakan untuk pembersihan diri tahap demi tahap sampai dengan puncak pencerahan.

Pencerahan ini dalam tasawuf ditandai dengan dianugerahkannya Ruh Al Quds. Ia berfungsi sebagai guru sejati bagi manusia. Dalam tradisi reiki pencerahan ini ditandai dengan naiknya inti kundalini sampai dengan cakra mahkota.  

Artikel terkait

0 komentar