PROTES BEBERAPA TEMAN

23.6.11


Beberapa teman terlihat antusias sekali dengan cara malas ini. Namun demikian ada juga yang protes nggak ketulungan. Marah-marah, leher berotot. Ah, aku bukan tak setuju Anda bekerja. Bekerja itu sah-sah saja. Tapi alangkah lebih manis jika Anda bukan jadi pekerja. Rubah pandangan Anda mengenai bekerja dengan berkarya. 

Lihat ayat berikut:
Dan ingatlah kepada hamba-hamba Kami, yaitu Ibrahim, Ishaq, dan Ya’kub yang memiliki karya-karya besar dan visi yang jauh ke depan –QS. Shaad (38): 45

Yup, memang konsepsi yang dibabar di blog ini kemungkinan besar sulit untuk diterima. Hal yang demikian itu karena landasan awal yang digunakan untuk pondasi awalnya adalah spiritual. Berangkat dari hadist qudsi: Man  'arafa  nafsahu  faqad  'arafa rabbabu (siapa yang mengenal nafs-nya maka ia mengenal rabb-nya).

Dari sini penjabaran dimulai. Kita akan ketemu dengan pernak-pernik ilmu pengetahuan yang laur biasa tingginya. Prinsip malas ini hanyalah salah satu penjabaran paling umum yang dikemukakan. Penjabaran mengenai hal yang khusus akan mengerucut ke pokok bahasan “kelangitan” dimana akan memahamkan kita akan arti Islam, iman, ihsan, kafir, nafs/jiwa,  nafsu/al hawa, roh Al Quds, dan beragam kosakata ”kelangitan” yang lainnya. 

“kemalasan” utamanya adalah term yang menjurus kepada konsep “kebumian”. Namun demikian sebenarnya hal ini sangat terkait dengan term “kelangitan” yang mengisyaratkan pada “misi rahasia Tuhan” dari setiap makhluk.

Artikel terkait

0 komentar