PAGUYUBAN AHLI SORGA CARI MANGSA

22.6.11


Atas nama dakwah, katanya. Mungkin ini adalah penyusupan ideology dengan cara paling cantik yang pernah dilakukan di Indonesia. Kalau Mbah Harto dengan media dan militer, saudara kita yang satu ini dengan metode jemput bola, underground. Sasaran utamanya jelas kaum muda yang masih polos, terutama lulusan SMA. Ini jelas bahaya bagi keutuhan NKRI. Bias-bisa nanti, saat massa mereka sudah membludak maka tindakan makar akan dijalankan. (Semoga saja ini Cuma anggapan tak bermoral yang terlontar dariku saja.)

Kampus hijau saat ini benar-benar disetir oleh kelompok ini. Kelompok organisasi berbasis agama yang satu ini merupakan kelompok yang sering melontarkan kata sakti: kaf fa’ ro kepada siapa saja untuk ditakut-takuti agar mau masuk golongan mereka. Belum lama ini kita sudah disibukkan dengan ulah NII dengan virus cuci otaknya. Nah, kira-kira hal yang sama juga dilakukan di sini. Calon mahasiswa baru kampus hijau kiranya harus waspada. Orang tua harus sering kontak  dan komunikasi jika anak2nya tak mau berubah menjadi berjiwa keras dan arogan.  

Mendatangi kost-kostan
Aku kaget dan heran, betapa berani dan terang-terangan mereka menyusup ke setiap kostan mahasiswa. Tujuan awalnya sih bagus, silaturahmi. Namun menjadi rancu ketika mereka sudah mulai mencekoki penghuni kostan dengan ideology mereka yang bentengnya ayat-ayat suci. Terang saja, para pemuda apalagi yang polos tak bias banyak berargumen. Otomatis pembicaraan hanya berjalan satu arah. Dan ini adalah cuci otak secara halus juga namanya. Apalagi dibumbui dengan video-video kekerasan yang tak berimbang. 

Sejak sukses menakhlukkan kampus hijau bersama teman2 seangkatan, mendadak lingkungan itu berubah 180 derajat. Max tak jalan, acara seni minim, apalagi acara besar semacam rampak gitar atau kompilasi music indie. Benar-benar mati.

Catatan:
Perang ideology ini sangat berbahaya. Berkaca dari runtuhnya peradaban2 nusantara, mulai dari awal hingga terakhir Majapahit, maka memang dengan cara inilah nusantara sukses diporak-porandakan. 
(maaf, kata-katanya agak menyentil)

Artikel terkait

0 komentar