YANG TERSESAT DI JALAN KEMALASAN

29.4.11

Aku sempat terheran-heran ketika mencoba menelusuri orang yang tersesat di jalan kemalasan ternyata ada juga orang sepertiku. Dialah Fred Gradtson dengan bukunya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul MALAS TAPI SUKSES, sedangkan buku di blog ini berjudul PEMALAS ITU: KAYA, BAHAGIA, DAN MENIKMATI HIDUP. Aku menemukannya dalam http://tmindonesia.com . berikut ini adalah cuplikannya:

Jika kita melihat statistik yang menerangkan hubungan kerja keras dengan uang yang diperoleh, kita akan melihat bahwa makin keras dan makin berat pekerjaan yang dilakukan, makin sedikit upah yang diperoleh. Sebaliknya, ketika usaha berkurang, keberhasilan (jika diukur dengan uang) justru makin meningkat

Jika orang digaji berdasarkan keras dan beratnya kerja yang harus dia lakukan untuk menyelesaikan suatu hal, maka pekerja kasar akan menjadi orang yang paling kaya di masyarakat.

Pernyataan ini mirip dengan posting di sini, dimana aku menyebutkan bahwa jika benar kerja keras itu akan mengantarkan kepada kekayaan dan kebahagiaan maka para kuli bangunanlah yang layak disebut kaya dan bahagia. 

Jika Pak Fred mengajarkan meditasi transedental maka aku anjurkan Anda untuk menggunakan terapi music. Di jaman yang super sibuk seperti ini tentunya Anda tak sempat untuk mendengarkan orchestra malam, suara debur ombak di pekatnya malam, cericit burung di senja merona, ataupun sekedar mampir di gubuk-gubuk sawah sekedar untuk nongkrong dan bermalas-malasan alias bercumbu dengan alam.

Note:
Mungkin inilah mengapa kadangkala ada pencipta lagu yang nadanya mirip dengan lagu yang sudah lama dibuat oleh orang yang berbeda. Yup, ini berarti segala ide itu ada di alam semesta dan tinggal bagaimana kita mampu merampok ide itu. Cara paling malas mengenai teknik merampok ide dapat Anda baca di sini



Artikel terkait

0 komentar