HAI MANUSIA, TOLONG TUHANMU INI

19.4.11


Aku selalu ditawari surga tiap kali masuk dan keluar alfamart di sekitar kampus IPB. Bocah-bocah dengan map lusuh selalu menodongkan plastik dan berharap uang recehan kembalian yang tersisa dari uang belanjaku itu. Siapa yang mengajarkan seperti ini?

“Assalamualaikum”

Begitulah password yang selalu terdengar di mungil mulutnya ketika ada seorang keluar masuk pintu mini market 24 jam itu. Demikian pula ketika aku melintas di jalan-jalan yang akan dibangun tempat ibadah. Tampah-tampah selalu ditodongkan seolah menawarkan “surga” yang entah mereka pernah melihatnya atau tidak itu. 

“Tolonglah agama Allah niscaya Allah akan menolongmu”, sebuah idiom yang sangat absurd jika harus dinalar secara mentah-mentah. Apakah Tuhan itu begitu lemah hingga harus ditolong dengan cara seperti itu?. Tidakkah Tuhan itu Maha Perkasa, Maha Kaya? Tapi mengapa masih perlu ditolong?

Bahkan kata Jihad pun sekarang dijadikan legitimasi untuk melakukan terror. Nusantara yang terkenal sebagai bangsa yang ramah telah disulap menjadi bangsa barbar seolah kembali ke jaman jahiliyah yang selalu digambarkan dengan kegelapan itu. Pemuda-pemuda telah banyak yang digarap hingga terbentuklah opini bahwa ia adalah kaum yang tersudut. Bahwa ia adalah satu di bawah bendera organisasi dan perlu untuk mengembalikan kejayaan organisasinya itu. Jiwa Islam telah mati. Apinya padam. Ia bukan lagi sebagai rahmatanlilalamin namun justru merubah dunia dengan tumpah darah, penuh bom, dan kotak-kotak golongan. 

Artikel terkait

0 komentar