KEHENDAK, KEMAUAN, ATAU KEINGINAN?

13.3.11

Kehendak, kemauan, dan keinginan
Tiga kata ini seolah sama. Namun, apabila kita pahami secara lebih mendalam ternyata berbeda. Mari kita analisis. . .

Kehendak biasanya merupakan dorongan murni yang berasal dari hatinya manusia. Tidak ada kepentingan di dalamnya. Siapa yang sebenarnya berkehendak? Kehendak si aku, kehendak Tuhan, atau kehendak setan. Memang susah-susah gampang memahami hal ini. Kehendak si aku, kehendak si setan sebenarnya kan juga kehendak Tuhan. Jika kehendak itu murni maka tak ada pengaruh dari orang lain. Oleh karenanya yang disebut kehendak itu biasanya di”amini” juga oleh orang lain. Ketika ada ketidakadilan maka kita akan berkehendak untuk meluruskan. Secara nurani setiap diri kita pasti tak akan suka melihat ketidakadilan. Sedangkan kemauan itu lebih didorong oleh iming-iming. Adek mau permen ndak? Kamu mau lulus ndak?.


Kalau keinginan itu dasarnya adalah si aku. Oleh karena itu keinginan kadang akan berbenturan dengan wilayah orang lain. Pokoknya aku ingin kau di sini saja. Aku ingin barang itu menjadi milikku. Segala bentuk keinginan itu pasti ujungnya bermuara pada pemenuhan, pemuasan. Jika keinginan itu tidak tercapai maka konsekuensinya adalah kekecewaan. Si aku tetap saja tak terima, karena keinginan itu harus dipenuhi. Oleh karenanya biasanya si aku akan marah untuk melampiaskan keinginannya yang batal.

 

Ah, ataukah ini hanya permainan kata belaka?

Artikel terkait

0 komentar