HIDUP TANPA MASALAH

17.3.11

Apakah sobat-sobat sekalian ingin hidup tanpa masalah?


Suatu ketika seorang temanku terheran-heran ketika ia maen ke kostan. Jauh-jauh dari Bandung ke Bogor untuk menjenguk pujaan hatinya ia mampir di gubuk reotku sekedar untuk merebahkan badannya. Yang namanya cowok ternyata juga pengen tahu juga rahasia-rahasia yang kusimpan di hardisk kompi. Apalagi kalau bukan file berformat .3gp atau .wmf dan konco-konconya. Jujur saja padaku, apakah sobat-sobat para pejantan tangguh juga demikian adanya? hehehe... buat hiburan sob...

Ah, pokok bahasan di sini nggak ke sana. melainkan lebih ke topik "hidup tanpa masalah". Singat cerita, ia menemukan sebuah file berformat .doc (masih jamannya office 2003) dengan judul yang agak aneh. Apa gerangan isi file itu hingga ia tampak mengeryitkan dahi? Wah, aku buka aib nih.. hmmm jadi ga ya? begini saja, file itu adalah ungkapan protesku terhadap seseorang yang sangat penting buatku. Berisi kritik yang teramat pedas dan jelas akan memancing api dalam sekam untuk segera berkobar-kobar. Ya, itulah maslah dengan segala bumbu-bumbunya. Seringkali membuat kita down, stress, bahkan hancur berkeping-keping. Sedangkan di lain sisi kawanku itu bilang: "aku heran, kalau di rumah tampaknya anak-anak kok sama adem ayem kelihatannya, dan aku baru tahu sekarang ternyata banyak masalah yang tingkatnya sudah stadium empat seperti ini. Aku tak pernah mengalami hal yang seperti ini"

Yo sukur-sukur lah nak... beruntung juga kamu kalau hidup serba adem ayem. Semoga saja terus sampai entar punya anak cucu tetap begitu.



Apa untungnya punya masalah?
Inilah seninya hidup. Aku bilang sama kawanku itu bahwa sesuatu hal apapun itu tak akan punya arti sebelum makhluk bernama manusia itu memberi arti. Kata "masalah" muncul ketika kita tak dapat memetik manfaat dari hal yang bernama "masalah" itu. Jikalau saja kita bisa mengambil sisi positif dari suatu keadaan maka takkan ada kata "masalah" yang ada justru pengetahuan baru, ilmu baru yang berarti akan mengupgrade kemampuan diri untuk bisa memahami suatu kondisi secara lebih bijak.

Sebaliknya, jika kita tak pernah dihadapkan pada suatu kondisi yang tampaknya tak mengenakkan itu maka suatu saat kita akan menjadi kelabakan jika kondisi itu tiba-tiba menghantam kehidupan kita secara mendadak. Beruntung jika tidak menimbulkan efek domino. Tak jarang orang tak siap untuk dihadapkan suatu kondisi yang pelik sehingga menutup jalan pikirannya dan dengan sukses mengeksekusi kehidupannya sendiri, alias bunuh diri.

Ada satu manfaat lagi dengan adanya masalah. Apa itu? Tak lain yaitu kita bisa memberikan nasehat kepada orang yang kebetulan mengalami suatu kondisi seperti yang pernah kita hadapi. Semakin tinggi tingkat ke"ilmuan"an seseorang maka harusnya ia adalah gambaran sosok yang bijak. Maka jikalau ada orang mengaku berilmu tapi sukanya marah-marah berati malah menunjukkan bahwa dia itu "miskin" pengetahuan. Egonya masih menggunung, dan karena namanya ego selalu butuh pengakuan maka marahlah ia. itu alasannya.

Sekarang pilih yang mana? hidup tanpa masalah atau hidup dengan "masalah"?

Artikel terkait

0 komentar