PENYAKSIAN YANG SAKRAL

26.2.11


PENYAKSIAN YANG SAKRAL

Seorang lelaki tengah baya sedang merenung sendiri. Ditatapnya rembulan dan bintang gemintang. Suar dan merkuri di kapal. Sepintas lalu ia tampak seperti seorang pencari. Ya, dia mencari. Mencari sesuatu tentang makna hidup. Manusia lahir tumbuh dewasa lalu mati. Ah sesederhana itukah. Lalu untuk apa hidup ini???? Untuk apa sekarang aku sekolah. Berkutat dengan tumpukan buku pengetahuan itu, rumus matematika, unsur kimia, sejarah, sosiologi, ekonomi, dan lain sebagainya???? Buat apakah itu semua????

Proses berjalan dengan sewajarnya. Semakin ia bertanya semakin ia tahu dan semakin tak tahu. Tak jarang pula pertanyaan itu menggantung begitu saja. Apalagi jika bertanya masalah iman, masalah penyaksian. Hal itu menjadi semakin membingungkan. Di depanku ada laut. Aku menyaksikan laut. Aku bersaksi tuhan yang esa. Tapi bagaimana menyaksikan tuhan???? (kata lelaki itu mengutuki dirinya).


Artikel terkait

0 komentar